Aku sedang mendengarkan lagu kesukaanku di kamar dengan memakai earphone dan lirik lagu irama disertai. Ya ... Mumpung hari Minggu sekolah libur. Emm ... Kalau boleh jujur, mau keluar jalan-jalan. Namun rasa malasnya membalikkan segalanya, memperbaiki rumah saja, santai, nyaman dan yang terpenting tidak perlu panas-panasan di jalan. Paling juga kalau mau keluar, saya beli buku, taman dan belanja bulanan di supermarket saja. Ya, beginilah nasib jomblo dan tidak punya teman cewek. Sedang asyik-asyiknya mendengarkan musik, mendengar bunyi pintu diketuk tok tok ....
"Non ... Non Zea, ini saya" ucap bik inem.
"Iya bik ... Masuk saja tidak dikunci kok" sahutku dari dalam kamar.
Bik Inem masuk ke kamarku, ia meminta tolong meminta untuk membeli beberapa barang kebutuhan rumah yang sudah habis. Ya, mau tidak mau harus membeli barang-barang kebutuhan rumah sendiri. Aku beranjak dari tempat tidur dan siap untuk pergi ke supermarket terdekat. Aku pesan taksi online terlebih dahulu, Sembari menunggu taksi datang aku ganti baju dulu. Mengenakan kaos polos bewarna putih, topi dan celana jeans bewarna biru. Tidak ada yang istimewa dari penampilanku, tetap sederhana dan tidak jauh dari kata tomboy, gelar yang sudah lama aku sandang sejak SMP itu. Tapi aku tidak pernah puas, asal bisa melihat senyuman manis dari mama, itu sudah cukup buat aku.
Sekitar 30 menit taksi yang telah saya pesan sudah tiba, saya sudah sampai di lantai 2 dan segera keluar. Tapi tak lupa aku pamit dulu ke bik Inem, meminta nanti ia tidak khawatir mencariku. Aku masuk ke taksi dan menuju supermarket terdekat.
* Di Supermarket
Setibanya di supermarket, saya langsung masuk dan mengambil troli untuk memudahkannya dalam membawa barang. Aku mulai berkeliling untuk mengambil barang-barang pesanan bik inem satu demi satu sesuai catatan yang diberikan kepadaku.
"Minyak goreng, gula, sabun mandi, pasta gigi, sabun cuci, pengharum ruangan, garam, tepung terigu, tepung beras ....." ucapku. Aku berjalan sambil melihat dari atas sampai bawah, sisi kanan dan kiri rak barang, untuk mencari barang-barang itu.
Disisi lain di supermarket yang sama, Zack dan mamanya juga tersedia untuk kebutuhan sehari-hari. Dari kejauhan tidak sengaja Zack suka melihatku, untuk memastikan ia sedikit mendekat tetapi tidak terlihat olehku. Ia tersenyum sinis, di dalam pikirannya memiliki rencana licik untuk membalas perbuatannyaku yang dulu diterima saat di bandara dan kemarin di dalam kelas.
"Cih! Ternyata Kurir bodoh itu ada di sini juga. Dia ... dia ... Tunggu hadiah kecilku, Zea" ucap Zack pelan.
Zack mengambil bungkusan kotak kecil sutr * (salah satu merek alat kontrasepsi untuk pria) didekat meja kasir. Ia melihatku dari jauh menghabiskan dan membuntuti menuju meja kasir untuk membayar belanjaan.
Brukk, Zack menabrak bahuku "Aduh" secara spontan. Aku cuma bebas memandangnya dengan sinis "Kau! Kau pasti sengaja"
Zack cuma tersenyum "Kalau iya kenapa?" untuk mengalihkan perhatianku dan dengan diam-diam diletakkan kotak tadi ditroli belanjaku, kemudian pergi.
"Kenapa Dunia Penyanyi sempit Sekali !, sial banget! Kenapa Harus ketemu Lagi DENGAN cowok gila ITU disini"
Aku Tidak menaruh rasa Curiga Tetap Berjalan Menuju Meja Kasir. Bagiku bertemu dia di tempat ini, mungkin hanya bertemu saja. Saat didepan meja kasir, ibu-ibu bergosip membahas barang yang ada didalam troli ku.
"Aduh anak muda jaman sekarang ya, sangat berani dan tidak ada etika. Hal yang harusnya dijaga sudah tidak dihargai lagi" ucap si ibu
Aku sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan si ibu, jadi tetap cuek saja. Sampai akhirnya kasir membuka barang-barang di troli-ku keatas meja, aku melihat ada kotak kecil bertuliskan SUTR *. Mataku terbelalak, "Apaan ini?" Kupikir, dengan cepat aku mengambil barang itu, dan berkata "Maaf, mbak ini bukan milikku" ucapku dengan wajah seperti buah tomat karena saking malunya. "Mati aku! Punya siapa sih ini?" Aku mengembalikan barang itu ke kasir.
"Maaf mbak ini sudah dibayar" ucap kasir sambil memasukkan kotak ke dalam tas belanjaku.
Aku yang masih bingung mau belanja dan keluar dari supermarket itu. Aku sangat yakin tidak pernah mengambil barang itu. Bagaimana bisa ada di dalamnya troli-ku? didepan supermarket, aku berdiri ditepi jalan untuk menunggu taksi. Tiba-tiba, ada seseorang menepuk bahuku dari belakang.
"Bagaimana hadiah ku! Suka?" bisik Zack di telingaku, ia tersenyum puas dan pergi.
Aku mengertak kan gigi karena log dan jengkel. "Dasar cowok brengsek!" Maki ku. Aku mengerti bagaimana barang itu ada di troli belanjaku. Dasar cowok gila tunggu pembalasanku (gumamku dalam hati).