Dirumah zea. terlihat Johan sudah selesai menerima telepon dari seseorang. Dina mendekati Johan. " telepon dari siapa pa...kok papa sampai menghela napas begitu" Dina menepuk bahu suaminya. " dari kepala sekolahnya zea, dia bilang pelaku yang melukai zea sudah diketahui dan juga sudah diberikan hukuman oleh pihak sekolah" Johan kemudian duduk dikursi. " memang siapa pelakunya dan mengapa melakukan semua ini kepada zea, setahu mama zea bukan tipe anak yang suka usil atau ikut campur urusan orang lain" ucap Dina penasaran. " kakak kelas zea, ya...anak muda jaman sekarang entah mengapa pikirannya pada buntu begitu. masak katanya cuma mau bercanda ngerjain zea saja karena cemburu cowok yang dia suka dekat dengan zea, terus dia jadi senekat itu melukai orang seenaknya sendiri" jelas Johan.
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


