Setelah perkenalan singkat yang absurd itu, kini Sharen membawa Saddam ke ruang rawat pasiennya. Disana mereka disambut hangat oleh keluarga sang pasien hingga tercetuslah sebuah ide dari sang suami akan memberikan nama Sharen pada putri pertamanya itu. "maaf dr,, saya mau meminta ijin memberikan nama dr untuk putri saya. harapan saya agar bisa tumbuh menjadi perempuan yang baik cerdas dan cantik seperti dr Sharenina.." kata suami si pasien di hadapan seluruh keluarga pasien. Saddam tersenyum begitu bangganya memperhatikan Sharen yang terbelak dan menganga mendapatkan suatu kehormatan seperti itu. "Iyaa dr.. boleh ya.. biar baby kami juga nantinya dapat suami seperti suami dr yang gantengnya bukan kaleng kaleng..." tambah sang pasien menggoda Sharen yang tetiba saja datang ke ruangannya

