Tak terasa hampir 2 tahun sudah Saddam dan Sharen tak bertemu bertegur sapa dan tak ada komunikasi sama sekali diantara keduanya. Bagaimana tidak bila tiap liburan sekolah Sharen lebih memilih ibunya yang mengunjunginya dengan alasan jadwal pemotretan di luar kota dan tentu saja agar ibunya juga berkunjung ke makam sang ayah. Hal itu berlaku pula ketika libur lebaran setiap tahunnya. Maka sang ibu yang akan melakukan mudik sama seperti tahun2 sebelumnya sebelum sang ayah meninggal dunia.
Di Semester akhir kelas 12, Sharen menghentikan seluruh kegiatan diluar belajar dan sekolahnya. Sharen ingin fokus pada pendidikannya agar dapat beasiswa fakultas kedokteran di Jakarta. meskipun ada mami papi yang siap mendanai biaya kuliahnya kelak, namun Sharen ingin berjuang sendiri meraih cita2nya yang menjadi harapan sang ayah. Dengan berjuang sendiri meraih mimpi akan menghasilkan sebuah kebanggaan dan kebahagian untuk orang tua dan tentu dirinya sendiri. itulah yang membuat Sharen bertekad menghentikan banyak kegiatannya di semester ini.
Dan di Jakarta, tak berbeda jauh dengan Sharen, Saddam yang semakin kesal semenjak kejadian berpelukan itu bertekad tak menghiraukan Sharen. dengan harapan Sharen akan bersikap menye menye padanya, meminta maaf dan menjelaskan siapa cowok b******k itu. Tapi kenyataanya Sharen malah menyerah dan melakukan apa yang dilakukan Saddam padanya juga. Bahkan semakin membuatnya geram lantaran di liburan pertama sekolah semenjak kematian ayah, Sharen kembali menolak berlibur di Jakarta. Dengan alasan banyaknya kegiatan pemotretan yang tidak pernah Saddam ketahui dengan betul.
Saddam yang awalnya hendak luluh pada Sharen ingin meluruskan duduk permasalahan yang terjadi diantara mereka, saat Sharen menjalani liburan di Jakarta itu berubah semakin ingin melupakan Sharen apapun yang terjadi. Saddam benar2 marah dan kecewa pada Sharen. Hingga akhirnya Saddam beneran lupa akan adanya Sharen dihatinya. entah beneran lupa ataukah hanya tak ingin terluka, hanya Saddam dan Allah yang tahu.
Namun ketika sudah hampir 2 tahun berlalu, seperti Sharen yang sudah punya beberapa pacar, Saddampun juga akhirnya bisa berpacaran. Sherly gadis manis dengan perawakan yang memang sekilas mirip dengan Sharen, yang juga memiliki suara merdu seperti Sharen, dan juga manja sama seperti Sharen juga. dari segi nama saja sudah harmpir mirip jika terucap 'Shar/Sher'. entah Saddam yang sangat terobsesi pada Sharen ataukah memang kali ini Saddam benar2 jatuh cinta pada adik tingkatnya di kampus itu.
["Morning babe... udah bangun kan? buru mandi dan jangan sampai lupa sarapan ya sayangku.."] sapa Sherly pada horn teleponnya di pagi hari
["morning... iyaaa... aku mandi dulu ya Sher... makasih udah mau bangunin aku tiap hari yaaa..."] jawab Saddam dengan suara seraknya khas bangun tidur
[" ya udah aku juga siap2 dulu ya.. biar kamu ga lama nunggu aku.. bye babe..."]
Hubungan pacaran antara Saddam dan Sherly memang belum lama terjalin, masih hitungan bulan. beda dengan Sharen yang bisa pacaran dengan beberapa cowok sekaligus dalam 1 waktu. Saddam hanya memiliki Sherly seorang sebagai pacarnya. Tapi perinsip Saddam sama seperti Sharen yang minim Skinship ketika berpacaran. Saddam juga ingin memberi penghormatan pula pada sang istrinya kelak. Jika memang berjodoh dengan Sherly maka dia akan bangga karena dapat menekan kuat nafsu birahinya selama berpacaran. Dan tidak akan pernah merusak sang pacar hingga menikah kelak. Perempuan itu makhluk berharga dimata Saddam karena sang mami selalu menekankan bila yang berharga itu harus terus dilindungi bukan untuk dirusak dan disakiti.
Karena itu selama beberapa bulan pacaran, Saddam sama sekali belum melakukan skinship lebih dari bergandengan tangan.
"Babe...!? kamu tuh ga sayang ya sama aku...!? tanya Sherly dengan bibir mengkrucut saat berada dimobil dalam perjalanan menuju kampus mereka.
"kenapa sih babe...?? mendadak tanya gitu...??"
"iiihhh... jawab sih babe...!! malah balik nanya...!! kesel iiihhh...!!" jawab Sherly sambil memukul lengan kiri Saddam
"iyaaa... iyaaa... ini aku mau jawab.. ga perlu ditanya juga aku sayang sama kamu Sher... kalau ga sayang ga mungkin dong aku tembak kamu buat jadi pacar aku...?" jawab Saddam menenangkan sembari meremas lembut jemari Sherly.
Blushing, Sherly menunduk malu tak berani menatap wajah sang kekasih.
"Kalau beneran sayang, napa ga pernah peluk apa cium aku??! kan aku pacar kamu?!! dan kita juga bukan abg lagi yang musti malu2 buat skinship saat pacaran!" lanjut Sherly meluapkan beribu tanya dihatinya.
"Bukan gitu Sher... bukan aku ga mau... mau aku... mau banget malah...!!! gila!! kamu secantik ini lhooo.. dan pacar aku..!! pasti!! mau banget aku peluk kamu cium kamu.. tapi aku punya perinsip, cowok sejati tak ada skinship lebih sebelum terucap janji suci. jadi bukan aku ga mau Sher.. tapi aku sendiri yang berusaha menekan segala hasratku demi perinsip ku... jadi,, tolong bantu aku ya Sher... mami bilang perempuan itu berharga harus dijaga, lindungi dan jangan dirusak sesuka hati."
"ooouuuhhh... melted tau babe..." sahut Sherly berbinar tetap dengan blushingnya.
"percaya ya sama aku... aku sayang kamu kok..."
"he..em.."
"lagian juga kalo kita skinship lebih dari pegangan tangan gini, ntar yang rugi kamu lhooo bukan aku..."
"kok bisa...?? kenapa begitu...???"
"ya emang sih ga kliatan tapi kan ntar kasian yang jadi suami kamu nanti,, dapet bekas aku semua..." dan jawaban Saddam kali ini sukses membuat Sherly geram.
"iiiihhhh... kan aku ga minta kejauhan... cuma peluk cium doang..." omel Sherly dengan memukul lengan kiri Saddam kembali
"Lhaaa kalau udah pelukan sama ciuman mah,, susah lepasnya Sher... lama2 juga bisa menjurus ke hal2 yang kuinginkan..."
Dan kembali Sherly melotot tak terima dengan jawaban Saddam yang berbaubau m***m itu.
"kamu... iiiihhhh... lama2 m***m!!!" sebel Sherly akhirnya memilih menatap kaca depan saja. Saddam ternyata ga bisa disenggol dikit saja
"hahahaaa... Sher... wajar dong kalau cowok mesum... emang udah kodratnya cowok lebih m***m dari cewek"
Sherly tak bergeming tetap tak menghiraukan jawaban Saddam.
"Sher... udah apa Sher udah hampir deket lho ini... masa kita turun dari mobil ga gandengan.. kayak ga pacaran aja... kalah aku sama truck"
"truck..?? kalah sama truck gimana???"
"truck aja gandengan... aku engga..." jawab Saddam dengan lesu dan sukses buat Shwrly tertawa terbahak
"wkwkwkwkwkkkkkkk.... DL!!" jawab Sherly sambil menjulurkan lidahnya meninggalkan Saddam yang masih berada di dalam mobilnya.
Hubungan Saddam dan Sherly memang sangat harmonis. tak pernah sekalipun mereka bertengkar hebat, hanya berdebat itupun tak berlangsung lama mereka sudah baikan lagi, sudah tertawa lagi. Seperti itu hingga.....
"Sharen.....???" Panggil Saddam dari dalam kamar ketika melihat sosok gadis di balkon luar. Gadis yang merasa namanya dipanggil itupun menoleh kesumber suara.
"ii..ini.. beneran kamu..??? kamu dateng...???" ragu Saddam sambil mendekat dan didapatinya Sharen tersenyum manis padanya. Gadis itu langsung berhambur ke pelukan Saddam. memeluk erat tubuh lelaki yang sangat dirindukan itu sambil terisak dia mengungkapkan rasa rindunya.
"Ka...ngeeennn..." rengek Sharen dalam tangisnya
"ka..kamu.. kapan dateng?" tanya Saddam masih tidak percaya Sharen saat ini ada di pelukannya.
"Ga penting kapan aku dateng Dam... yang pasti sekarang aku ada disini dipelukan kamu... rindu tauuu..." kembali Sharen merengek sambil mendongakkan wajahnya melihat expresi Saddam yang masih bingung dengan kehadirannya.
"Cup" Tiba2 saja Sharen nekat mengecup bibir Saddam sekilas dan lanjut tersenyum manis sekali agar Saddam yakin akan adanya. Hal itu sukses buat Saddam terhenyak membolakan matanya.
"Shar... kamu...??!"
"kenapa...??? ga suka..??" tanya Sharen kecewa tertunduk lesu. melihat itu Saddam jadi tertantang dan mendadak b*******h.
"Shar... kamu lhoo ya yang memulai duluan... jadi jangan salahkan aku jika aku tidak terkendali dan tidak ingin berhenti sampai kamu benar2 kepayahan!"
Diraihnya tengkuk wajah Sharen agar semakin dekat dengannya, mengikis jarak diantara mereka. mengusap lembut pipi merah Sharen kemudian beralih ke bibir. Pandangan mata itu tak dapat terlepas dari bibir ranum yang menggoda itu, hingga Saddam akhirnya mencium lembut bibir Sharen... pelan pelan Saddam sangat menikmati bibir yang selama ini ingin dinikmatinya itu. ciuman lembut itu berubah jadi lumatan yang awalnya ringan kimi semakin mendalam. Saddam sempat terkejut ketika Sharen membuka mulutnya lebar agar Saddam dapat mengeksplor setiap inchi dalam mulut Sharen itu. Namun keterkejutan itu tak berselang lama karena Saddam malah mengambil kesempatan untuk menjelajah di dalam sana. Mencari lidah Sharen mengajaknya menari disana. Semakin dalam hingga pasokan udara habis diantara mereka.
Dengan nafas tersengal Saddam berusaha bertanya lagi pada Sharen, takutnya Sharen berubah pikiran.
"Shar... aku benar2 ga bisa berhenti.. apa kamu akan menghentikan aku sekarang?? karena jika nanti aku lanjutkan aku tidak akan mau berhenti sebelum aku merasa puas?!" Saddam mengatakan itu sambil menyatukan dahi mereka berdua. Sharen yang sedari tadi hanya menutup matanya menikmati semua yang dilakukan Saddam padanya, kini membuka matanya menatap tajam mata Saddam kemudian mengangguk mantap.
"aku mulai Shar.. Ingat!! jangan coba menghentikan aku melakukan kesenanganku!!!"
Dan Saddam akhirnya memulai mencumbu Sharen dari memcium kening kedua mata pindah ke pipi berakhir ke bibir dan melakukannya cukup lama karena Saddam tidak hanya mencium disana tapi melumat semakin dalam. tangan Saddam ikut bergerak melucuti dress yang digunakan Sharen hingga menyisakan pakain dalamnya saja, kemudian ciuman itu turun ke leher dan berlama lama juga disana karena Saddam membuat banyak tanda kepemilikan disana. Puas dengan hasil karyanya Saddam melanjutkan aksi itu turun ke tulang selangka hingga berhenti menyaksikan betapa indah bentuk d**a Sharen yang masih terbungkus bra didalam sana. Sambil melihat Sharen yang merona karena malu dan juga menahan hasrat, Saddam melucuti pakaiannya sendiri hingga menyisakan boxer saja.
Kini keduanya saling memperhatikan dan mengagumi bentuk tubuh masing2. Tangan Saddam terulur untuk melepaskan pengait bra Sharen yang kebetulan berada didepan. Sungguh membuat Saddam sangat bahagia karena pakaian yang Sharen gunakan sangat mempermudah Saddam untuk melepaskannya. Dan Saddam benar2 merasa hampir gila dibuatnya. betapa tidak ketika melihat d**a Sharen yang sesungguhnya besar padat dan bulat, dan itu yang di tengah2nya pink merona karena kulit tubuh Sharen ternyata putih bersih dan mulus.
Saddam menyentuh kedua d**a itu dengan kedua tangannya dan "arrgghhh..." Sharen akhirnya mengeluarkan desahannya. suara itu membuat gelenyar di dalam tubuh Saddam membuat libidonya melambung tinggi hingga iyapun mencoba merasakan d**a Sharen itu dengan bibir dan lidahnya.
"Kamu benar2 nikmat sayang... masih disini saja aku sudah merasa jungkir balik..!! Shit...!!! benar2 buat aku gila..!!!" umpatnya di sela sela ia menyusu.
Sharen semakin mendesah tangannya terulur menyentuh rambut Saddam, menekan kuat kepala Saddam agar semakin dalam Saddam mengeyot kedua payudaranya secara bergantian.
Ciuman itu semakin turun beserta jari Saddam yang terus mengexplor keseluruh tubuh mulus Sharen hingga pada inti tubuh Sharen, Saddam melepas segetiga pengaman itu, kembali tercenung karena milik Sharen begitu bersih dan indah. putih mulus diseluruh bagiannya dan pink di daerah intinya itu membuat Saddam terus mengumpat karena ternyata Sharen sudah basah dibuatnya.
"Fuck... you already so wet Shar... gila..!!!"
--- Nah lhooo aku kasih lagi nih adegan hareudang... sengaja aja sih aku stop di ujung, mau minta koment dulu... abis yang baca makin banyak tapi pada ga mau koment. sedih aku tuh... ;( ---
Tap Love Comment yes please...
^_^ Timacih emmmuaaach... ^_^