Frans tersenyum lembut dengan menatap Nana yang sedang terkesima. Satu hal yang menurutnya lucu dari Nana adalah mudahnya mengubah suasana hati gadis itu. Frans menemukan bahwa Nana tidak bisa marah terlalu lama. Amarah gadis itu mudah dialihkan hanya dengan hal-hal kecil yang bahkan sering tidak terasa masuk akal bagi Frans. Frans mengarahkan Nana untuk duduk di kursi meja bundar yang terbuat dari kuningan yang berada di samping jendela besar. Kemudian ia duduk di kursi satunya lagi yang menghadap Nana. Seorang pria dengan celemek coklat dan rambut ditata klimis ke belakang menghampiri mereka. Ia memberikan buku menu kepada pelanggan V.I.P restoran mereka. Frans menyebutkan pesanannya. “Aku akan memesankanmu Toast manis dan beberapa telur goreng dan sosis asap. Itu bagus untuk memulihk

