Frans merasakan angin kencang beserta hujan salju datang menerpa mereka. Keadaan menjadi semakin gawat. Tidak hanya untuk Nana seorang, namun untuknya juga. Ia segera menggendong Nana agar seluruh tubuh gadis itu keluar dari salju. “Na.. Ayolah.. Bangun. Kau baik-baik saja. Ada aku di sini. Tolonglah.. jangan tinggalkan aku,” Ucap Frans dengan suara bergetar seraya menempelkan wajahnya pada Nana. Ia sudah pernah melihat orang yang meninggal dunia karena serangan Hipotermia. Sulit baginya untuk mengakui, namun ia tahu Nana kemungkinan mengalami serangan yang sama. “Na! Bangunlah! Kau masih berhutang padaku! Apa kau tidak ingat?! Kau tidak akan tenang jika pergi dengan hutang miliaran!” Seru Frans dengan mengguncang tubuh Nana. Itu memang adalah hal yang bodoh untuk dikatakan. Namun Frans

