“Ma.. ma.. maafkan.. aku.. Frans.. T-t-tolong.. jangan.. bunuh aku!” Mohon Abby dengan melirik ke kiri dan kanan hanya untuk semakin memperjelas bahwa ia sedang berada di ambang udara. “Aku tidak pernah segan-segan membunuh orang yang mengganggu ketenanganku. Aku tidak perduli siapa, pria atau wanita, dan anak kecil atau orang tua. Aku akan menghabisi siapapun yang membuatku marah dan aku tidak takut sama sekali. Dengarlah, Abbigail. Aku memberimu satu kesempatan untuk keluar dari rumah ini hidup-hidup. Jika kau berani mengusikku atau orang-orang kenalanku, termasuk Nana, akan aku pastikan hidupmu hancur. Begitu juga dengan hidup dan bisnis keluarga besarmu.” Lanjut Frans. Abby bisa mendengarnya dengan jelas. Dengan hati-hari, ia mengangguk cepat. Lehernya sudah basah oleh keringat. Mung

