Kemunculan Tora yang tiba-tiba membuat Nana segera menoleh ke sekeliling untuk memastikan tidak ada yang melihat mereka, “Kenapa kau menunggu di sini?” “Karena aku tau kau akan lewat sini. Ternyata benar, kau tetap akan pulang sendiri meski aku sudah mengatakan akan menjemputmu.” Tora menggeleng-geleng sebal. Nana memberikan tawa sungkan, “Maaf, Tora. Karena ponselku tertinggal, aku pikir kau tidak jadi menjemputku karena tidak bisa menghubungiku.” “Jika aku sudah mengatakan bahwa aku akan menjemputmu, maka itu artinya aku akan menjemputmu, apapun yang terjadi.” Tora mengusap kepala Nana. “Bagaimana jika kita makan sesuatu yang enak sebelum pulang?” tanyanya sembari menggandeng tangan Nana. Nana menatap tangannya yang sedang digandeng oleh Tora. Ia merasakan sebuah rasa tusukan di dala

