Frans kembali menyisir rambut Nana lalu lanjut bercerita, “Papa dan Mamaku sudah berpacaran sejak SMA. Mereka adalah dua orang yang otaknya dipenuhi oleh racun cinta yang berubah mematikan. Ya, itu tidak mematikan untuk mereka, melainkan untukku sebagai anak mereka. Sebenarnya, orangtuaku memutuskan untuk tidak memiliki anak. Mereka merasa belum siap dan tidak akan pernah siap untuk memiliki anak yang menurut mereka akan mengacaukan kehidupan percintaan mereka yang bahagia. Namun, karena papaku adalah anak tunggal, maka kakek dan nenekku mendesaknya agar memiliki anak. Aku tidak tau bagaiman cerita detilnya. Yang aku dengar, mereka berdua tetap pada pendirian mereka untuk tidak memiliki anak. Namun kakek dan nenekku menjebak mereka hingga mamaku hamil.” Nana langsung tertawa mendengarnya.

