Nana tidak bisa menghentikan pikirannya. Tanpa sadar, ia bekerja sambil melamun hingga tidak awas pada ember pel beroda di belakangnya. Karena terus mengepel sambil berjalan mundur dengan lengah, Nana menabrak ember besar tersebut hingga ia terjatuh. Naasnya lagi, ember tersebut langsung tumpah hingga airnya merembet ke mana-mana. “Yaampun! Nana! Kau bagaimana, sih?!” Seru salah satu rekannya yang bertugas mengepel juga. Ia adalah pemilik ember itu. Nana meringis sakit karena b****g dan pinggangnya membentur ember dan lantai. Meski begitu, ia segera bangkit berdiri dan memperbaiki ember yang tumpah olehnya. “Maaf, Mba.” Ucap Nana dengan menundukkan kepalanya berkali-kali. “Makanya! Kalau kerja jangan sambil bengong! Kau itu bisa bekerja tidak, sih? Kalau kerjamu tidak becus, keluar saj

