Deg! "Jihan?" lirih Alex. Pandangan mata mereka kini bertemu. Alex menyadari jika Jihan memperhatikan dirinya. Tapi, kenapa tatapan itu seperti sebuah kekecewaan. "Kenapa?" tanya Alex. Mengedikkan kedua bahunya. Jihan masih diam saja dan terus memperhatikan laki-laki itu. Hingga membuat Alex salah tingkah. Laki-laki muda itu menunduk memperhatikan dirinya sendiri. Tapi, Alex merasa tak ada yang aneh dari dirinya. "Jihan?" Alex memanggil gadis berhijab itu. "Apa ada yang salah dengan penampilanku?" lanjutnya. "Kami mohon maaf atas insiden yang tidak mengenakkan ini. Sebagai permohonan maaf dari kami, anda boleh memesan makanan dan minuman lagi, dan anda tidak perlu membayarnya," ujar laki-laki, dan sepertinya manager cafe tersebut. Ia baru saja datang bersama dengan satu waite

