Part 19.

1053 Words

'Aku paham jika kamu akan membenciku, karena aku sudah tidak jujur sama kamu. Tapi, apa salahnya jika aku ingin dekat denganmu dan ingin mengenalmu lebih jauh lagi? Karena aku sendiri pun tak tahu magnet apa yang sudah menarikku agar selalu dekat denganmu, Jihan. Apakah pertemuan kita ini sebuah kebetulan?' Alex berdiri di balkon kamarnya yang ada di lantai dua. Pandangan matanya menatap ke atas, di mana ada sang rembulan yang sedang bersinar sendirian. Tak ada bintang di atas sana yang menemaninya, karena mendung menutup langit malam ini. Hembusan angin malam yang dingin tak Alex indahkan. Ia tetap berdiri di sana sudah lebih dari satu jam lamanya. Seakan melihat wajah Jihan dari rembulan itu. "Mungkinkah aku harus menjauhi kamu, Jihan?" Alex bicara sendiri. Sedetik kemudian ia meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD