BAB 39

1026 Words

"Siapa yang kamu sebut murahan?" Tanya Anita. "Siapa lagi? Masa nggak merasa?" Tanya Silvi. Senyum penuh ejekan jelas terpampang di wajahnya. Anita tersenyum. "Saya nggak merasa tuh? Karena saya... Nyonya besar Nofian yang terhormat..." Jawab Anita yang membuat kemarahan Silvi semakin mendidih. "Hahh!! Tidak ada yang mengakuimu sebagai nyonya rumah ini! Kakakku pasti buta karena mau menerima pemburu harta sepertimu." Kata Silvi dengan suara yang semakin keras. Orang-orang mulai berkerumun karena mendengar keributan. Tepat seperti yang diinginkan Silvi. Anita sama sekali tidak menanggapi kata-kata Silvi. Dia sudah kebal dengan cacian yang menyebutnya jalang lah, murahan lah, yang penting orang-orang terdekatnya tahu semua itu tidak benar. Anita tidak merasa perlu menjelaskan dirinya pad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD