BAB 20

1111 Words

Jalanan di malam itu begitu padat. Lampu-lampu jalan yang berkerlap kerlip menghiasi hiruk pikuk mobil yang berlalu lalang. Area pusat kota itu seakan tak pernah tidur meski waktu sudah mendekati tengah malam. Dan disanalah Barra. Mobilnya diberhentikan oleh petugas kepolisian di sebuah jalan besar. Dengan marah dia membanting pintu mobil sport kesayangannya itu. Dia bersandar di mobil dan menghadapi kedua polisi itu dengan acuh. "Ada apa?" Tanya Barra. "Maaf, tapi kami mendapat perintah untuk menyita mobil dengan plat nomor xx 0000 xx. Benar mobil ini kan?" Kata salah satu polisi itu sambil mengeluarkan surat terkait. Barra terkejut dan merebut surat itu dengan kasar. Itu benar-benar surat penyitaan mobilnya. Barra meremas kertas itu karena marah dan membuangnya. Dia tidak habis pikir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD