Anita mematut dirinya di depan cermin besar setinggi badannya. Dia sudah berkali-kali mengganti pakaian yang hendak ia kenakan. Dari dress dress nan anggun sampai setelan casual sudah berhamburan di atas tempat tidurnya. Akhirnya setelah hampir satu jam memilah milih. Dia tersenyum puas dengan pilihan terakhirnya. Dress selutut berwarna ungu pucat dengan aksen bunga di bagian bawahnya. Dipadu dengan cardigan berwarna fusia yang sempurna membalut tumbuh rampingnya. Anita menyambar tas selempang kecil yang sedari tadi tergeletak di meja dan segera berlari keluar kamar. "Aku sudah terlambat." Gumamnya pelan. "Mau kemana sayang?" Tanya Mentari yang melihat anaknya berlari menuju pintu depan. "Ke caffe bantu-bantu papa. Sekalian mau ketemu sama t

