Anita mengenakan sebuah dress selutut berwarna hitam dari gacci. Salah satu dress yang disediakan oleh pak Abraham di closetnya. Dia tahu, meski ini hanya makan malam keluarga, tapi bagi keluarga nofian, tidak mungkin mereka memakai pakaian santai seperti di keluarganya. Ah... Anita jadi sangat merindukan mamanya. Waktu makan malam dirumahnya adalah momen yang sangat menyenangkan. Mereka selalu membicarakan kegiatan mereka sehari itu di meja makan. Saling mengerti kesibukan masing-masing. Anita membuka pintu kamarnya karena suara ketukan yang terdengar dari luar. "Sudah waktunya makan malam, Nyonya." Kata Dian ketika Anita membuka pintu kamarnya. "Iya." Jawab Anita singkat. "Lewat sini, Nyonya." Kata Dian. Dia berjalan di depan menunjukkan arah ke ruang makan keluarga. Anita mengikuti

