34. After Kissing

1129 Words

Pagi itu, suasana rumah masih begitu tenang. Hujan deras semalam menyisakan hawa dingin yang menyegarkan, tetapi Alvaro tidak merasa segar sama sekali. Ia berjalan turun dari tangga dengan langkah berat, pikirannya dipenuhi kekacauan akibat kejadian semalam. Bibirnya masih mengingat bagaimana lembutnya sentuhan bibir Cia, dan ia tidak tahu bagaimana harus bersikap setelah itu. Al hanya ingin melanjutkan rutinitasnya seperti biasa dan berharap semuanya kembali normal. Namun, saat ia baru saja melangkahkan kaki di lantai bawah, sebuah tangan kecil menangkap pergelangan tangannya. Ia menoleh, dan matanya bertemu dengan sosok Cia yang berdiri tanpa tongkat, masih tertatih-tatih, tetapi dengan senyuman yang begitu lebar. “Pagi, Al!” sapa Cia ceria, seolah tidak ada hal canggung yang terjad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD