Chapter 30

1251 Words

Al baru saja terbangun dari tidurnya di Sabtu pagi yang begitu cerah. Setelah sebelumnya ia melaksanakan salat subuh, Ia memutuskan kembali untuk tidur. Bahkan bangun di pagi hari ini, nyawanya belum terkumpul semuanya. Namun satu hal yang membuat Al tak terlalu terlihat buruk pagi itu, yaitu wajah bantal Al yang terlihat tampan. Pria itu menyibak selimutnya lalu turun dari tempat tidur dan langsung memutuskan untuk keluar kamar. Saat Al baru saja berada di luar kamarnya, pintu kamar Alya yang ada di sebelahnya juga terbuka dan memunculkan adik perempuan satu-satunya itu. Al memperhatikan penampilan Alya dari atas sampai bawah. Ia langsung menyipitkan matanya melihat Alya yang sepertinya hendak pergi. "Mau ke mana? kok rapi." tanya Al pada sang adik. "Mau ke Padang sama ayah bunda." Ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD