“Wah sepertinya Ruka sangat mengenalmu Vell, aku saja yang dekat denganmu tidak sedalam itu mengenalmu walau dulu pun aku sempat curiga waktu kamu mendekatiku”, kataku kepada Marvell yang sepertinya agak terpojok kali ini. “Aku malah curiga mengapa wanita berisik ini bisa berkata seperti itu, karena aku tidak merasa seperi yang dia katakan. Jangan - jangan kamu selama ini ada perasaan terpendam kepadaku ya? Sudah jujur saja Ruka, jangan kau pendam perasaan itu. Aku ada didepanmu sekarang, ungkapkanlah sebelum terlambat”,kata Marvell membalikkan tuduhan itu kepada Ruka yang wajahnya tampak memerah karena malu karena godaan Marvell itu. “Loh apa salahnya kalau aku berkata seperti itu, sudah tugasku mencari infomasi menarik dan unik selaku jurnalis untuk mengisi majalah sekolah, dan satu ha

