BRAKK Suara bantingan daun pintu terdengar nyaring cukup keras, Arabelle mengunci pintunya dengan cepat dan menarik napas dalam-dalam. Kakinya gemetar melemas, air matanya meleleh membasahi pipinya, bibir Arabelle gemetar sudah tidak mampu lagi membendung tangisannya. Tubuh Arabelle ambruk ke lantai menangis keras sambil memukuli dadanya dengan keras, hati Arabelle terasa sangat sakit menerima semua makin dan kebencian semua orang, tatapan tajam penuh hinaan semua orang merendahkan dirinya yang membuat Arabelle merasa seperti seseorang yang di tolak seluruh dunia karena tindakannya yang memberontak membalas kejahatan saudaranya sendiri. Arabelle menangis dengan keras merasakan ketidak adilan kembali datang pada kehidupannya seakan melarang Arabelle untuk hidup tenang dan bahagia. Semua

