Aku dan mama refleks menoleh ke arah sumber suara. Wanita itu tersenyum pada kami, berjalan perlahan menghampiri aku dan mama. "Syifa, ini mamaku," ucapku memperkenalkan mama pada wanita yang sudah menjadi istriku itu. Tapi kenapa caranya terdengar aneh seperti ini. "Halo, Tante, saya Syifa." Syifa memperkenalkan diri sembari menyodorkan tangannya. Ah, dia memanggil mertuanya dengan sebutan tante. Mama menyambut uluran tangan Syifa, gadis itu mencium punggung tangan Mama setelah tangan mereka saling bertautan. "Duduklah, Syifa. Kita harus membicarakan semuanya," perintah Mama sambil menggeser duduknya. Memberi ruang pada Syifa untuk duduk di sampingnya. Syifa mengikuti perintah Mama, duduk di samping mertuanya. Aku sendiri duduk di bagian sofa lain, di depan mereka. "Kamu sudah

