“Pak! Pak Reno!” panggil salah satu dari mereka berempat ketika melihat pria itu berjalan melewati mereka yang memang berniat untuk menemui pria itu. Pak Reno, pria itu terus melangkahkan kakinya mengabaikan panggilan mereka. “Pak Reno!” panggil salah satu diantara mereka sekali lagi. Kini mereka mempercepat larinya untuk mengejar tubuh tegap itu. Terutama Azka, satu-satunya laki-laki yang ada diantara mereka berempat. Hap Azka berhasil menarik lengan Pak Reno. “Pak.. Azkia kemana?” tanya Azka to the point. Pak Reno membalikkan badannya. Menatap keempat muridnya yang mulai mengeluarkan keringat karena mengejarnya. “Kenapa tanya saya?” “Yaa.. karena Bapak orang terdekat Azkia juga. Bapak pasti tahu kan Azkia dimana? Please… Pak kasih tahu kita.” Mohon Deffany.

