"Selamat Umi." Seorang pemuda mendatangiku, dengan jas biru dan celana chinos berwarna krem, pemuda tampan yang masih tertatih akibat kecelakaan motor itu mendekat dan mengulurkan tangannya. Aku membalasnya dan dia pun mencium tanganku. "Selamat atas pertunangannya Umi," ujarnya dengan senyum hangat dan terlihat tulus sekali. Aku terkejut karena Reno datang ke pesta pertunanganku. Aku blank menatapnya dan tidak menyangka kalau dia akan hadir di sini tanpa diundang. "Reno ... Siapa yang mengantarmu ke sini?" "Aku tidak akan mau melewatkan momen bahagia untuk Umi. Ini adalah hadiah untuk pertunangan Umi" ujar Reno sambil memberikanku sebuah kotak." "Terima kasih ya," ucapku pelan. Mas rusdi juga menyalami bocah yang kusebut sebagai anak sambung itu. Mas Rudi memeluknya dan menepuk-nepuk

