33

1033 Words

Berkat pertengkaran itu aku dan Mas Faisal jadi berjarak, segera dengan penuh emosi dan nafas yang memburu lelaki itu masuk ke dalam rumah dan mengambil pakaiannya yang ada di kamar. Aku mengikutinya pelan-pelan karena ingin tahu apa yang akan dia lakukan. Ternyata dia mengambil kopor dari atas lemari lalu memasukkan sisa pakaian yang ada ke dalamnya. Dengan kasarnya ia letakkan pakaian-pakaian itu dan beberapa aksesoris miliknya ke dalam koper dengan cara sedikit dilempar dengan keras. Botol-botol parfum berdentingan karena dihempaskan olehnya. Aku terdiam sambil berdiri dan menatap semua adegan itu tanpa banyak bicara. "Jika ini keinginanmu maka aku akan pergi sekarang juga dari kehidupanmu, tapi jangan pernah kau menyesal!" Entah kenapa dia mengatakannya dengan emosi. Dia masih ing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD