Lama-lama suamiku terdengar melunjak seolah diberi hati lalu minta jantung. Aku baru saja ingin berdamai dengan perasaanku dan melupakan semua luka-luka yang ada tapi tiba-tiba saja dia memintaku untuk datang ke rumah sakit dan membawakan makanan untuk madu. "Astagfirullah yang benar saja...."aku menggumam di dalam hati sambil mengurut dadaku. Astaghfirullah hallazim. "Maaf Mas Aku tidak mau! Kenapa kau berpikiran kalau aku akan dengan sukarela mau menemui istri dan anakmu setelah pertengkaran yang terjadi malam tadi?" "Rima adalah wanita yang pemaaf dan dia tidak akan mengingat-ingat semua itu kalau kau sudah bersikap baik padanya." "Apa peduliku, dia memaafkan atau tidak, Bukankah di zaman sekarang banyak sekali aplikasi online yang menyediakan makanan Kenapa tidak dipesan saja?" "K

