Bismillah "Umi." Di ujung lorong sebelum berbelok ke lift, aku dipanggilnya, pemuda bersepatu Adidas seharga 9 juta itu, mendekat dan memasang wajah penuh tanda tanya atas kedatanganku. "Katanya umi mencari saya, ada apa?" Sejak tadi aku yang merasa sedih karena memikirkan perbedaan antara anakku dan dirinya mendadak kehilangan kata-kata dan tidak tahu harus berkata apa. "Tidak ada, Aku hanya ingin mengunjungimu setelah kejadian malam itu. Aku ingin minta maaf secara pribadi," jawabku. "Lalu?" "Tidak ada kalau kau tidak mau memaafkanku maafkan aku tidak akan memaksamu, aku pergi dulu." "Dengan cara umi minta maaf seperti itu, sepertinya umi terpaksa dan tidak ikhlas bicara pada saya. Kalau hati belum rela kenapa Umi harus memaksakan diri?" "Demi anakku yang minta aku berdamai de

