26

1129 Words

Suamiku tertegun mendengar perkataanku, dia nampak bingung dan kaget dengan permintaan yang begitu mengejutkan. Pisah! Ya, pisah saja daripada terus menyiksa batin sendiri, pura-pura bahagia dan baik-baik saja padahal sebenarnya aku akan gila. Pura-pura peduli dan bersikap mengalah padahal sebenarnya hati ini memberontak ingin marah. Astaghfirullah, kadang aku tersentak dengan pilihan hidupku sendiri yang pada akhirnya, aku harus kehilangan suami dan mengakhiri rumah tangga sampai di sini. Rumah tangga yang dulu sangat bahagia dan tidak kekurangan satu apapun. "Tuhan, mengapa ujiannya begitu berat, jika Kau takdirkan perpisahan mengapa hatiku Kau anugerahkan dengan cinta yang mendalam?" Kadang aku menggumam dan berpikir sendiri, bertanya kepada Tuhan apa sebenarnya rencana yang Tuhan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD