Untuk beberapa saat aku sampai tidak bisa membendung air mata. Melihat dia mengatakan kalimat demi kalimat yang menyakitkan lalu pergi begitu saja tanpa meninggalkan kata maaf, membuat hati ini semakin terluka. Ya, hanya luka dan terus terluka, akhir-akhir ini hanya itu yang terus kurasakan, tanpa ada celah untuk tersenyum lega atau bahagia. Setelah apa yang dilakukan padaku, rasanya aku tidak bisa menemukan alasan untuk tersenyum lagi. Setidaknya sementara ini. Begitu banyak beban pikiran yang Mas Faisal diberikan, serta bertanggung jawab untuk bersikap baik kepada mertua dan orang tuaku sendiri. Memang aku bingung apa yang akan aku lakukan jika kami bercerai, tapi bertahan dalam pernikahan yang sudah beracun seperti ini malah akan membunuh kami perlahan-lahan. Usai menghapus air mat

