28

1066 Words

Setelah berpencarnya kami dari depan pengadilan agamaa, aku berjalan dengan langkah lunglai di sepanjang trotoar jalan. Usai berurusan dengan semua perintilan syarat-syarat pengadilan aku kembali melangkahkan kaki untuk pulang. Tepat di saat yang sama adzan di masjid terdekat berkumandang. Demi merasa tidak terlalu sedih dan bisa lega aku segera mampir ke sana dan pergi ke toilet wanita untuk mengambil air wudhu. Kuhamparkan sejadah lalu menunaikan salat. Berdoa dengan tetesan air mata dan kejujuran hati yang demikian banyak. Berdoa, meminta kepada Tuhan agar keputusan yang kuambil hari ini adalah keputusan terbaik yang tidak akan pernah kusesali. Memilih untuk mengakhiri rumah tangga. Mengakhiri cinta dan menutup hatiku bukanlah pilihan yang mudah. Aku harus memulai segalanya dari nol,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD