10

1008 Words

"Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan, mengharapkan senyummu untuk menjadi milikku. Nyatanya itu semua hanyalah sebatas mimpi." --------------------- Jika saja Aleta tau bahwa hari ini kegiatan belajar mengajar ditiadakan. Dia lebih memilih untuk berada di rumah saja. Guru-guru sedang mengadakan rapat untuk membahas jadwal les murid-murid kelas XII. Sejak kejadian kemarin, Aleta seolah merasakan ada perubahan dalam hidupnya. Dia lebih nyaman berada di kamar daripada harus bertemu teman-teman sekelasnya. Rasanya dia seakan masuk ke lingkungan toxic yang sangat tidak nyaman. Aleta ingin keluar, tapi rasa tidak enak hati kepada teman-temannya selalu berhasil membuat dirinya lagi dan lagi menjadi cewek lemah dan memilih kalah. "Leta lo kenapa?" tanya Dinda bingung dengan sikap Aleta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD