Keysa. Selama sarapan, hanya tercipta keheningan antara gue dan Vano. Saat ingin berangkat sekolah, gue ingin Vano pergi terlebih dahulu. "Lo duluan aja." Ujar gue saat dia sudah naik motornya. Dia menatap gue bingung. "Kenapa?." Tanyanya sambil membuka helm nya kembali. "Ya ngak kenapa-napa." Jawab gue tanpa melihat ke arah nya. "Lo mau bolos?." Tanyanya tepat sasaran. Gue hanya diam dan mengalihkan pandangan gue darinya. Dia turun dan berdiri tepat di hadapan gue. "Buka jaket lo." Perintahnya. "Kenapa?." Tanya gue takut jika Vano tahu lagi tentang luka lebam gue. Di sudah cukup banyak tahu tentang kehidupan pribadi gue. "Ya buka aja." "Ngak deh dingin." Elak gue mengalihkan pandangan darinya lagi. "Buka, atau gue yang bukain?." Ancamnya. "Emang lo mau ngapain?." Tanya gu

