Epilog

682 Words

"Noni?" Nama itu meluncur ketika Marcella menemukan sang pemilik nama berdiri tegak di depan pintu rumahnya. Noni tidak langsung menjawab kebingungan yang terlihat jelas di dalam sepasang mata milik Marcella. Sebaliknya perempuan itu hanya memberikan sebuah senyum tipis di bibirnya. "Hey..." Kening Marcella bertautan. Kebingungan menyelimuti hati dan pikirannya. Setelah satu tahun tidak menemui putri semata wayangnya, Aura, baru sekaranglah Noni menampakkan dirinya secara tiba-tiba. Tanpa kabar dan tidak terduga. "Boleh aku masuk?" tanya Noni ketika merasakan Marcella masih terdiam memandangnya. "Tentu saja," sahut Marcella cepat. Ia membuka pintu lebih lebar dan membiarkan Noni melangkah masuk ke dalam rumahnya. "Mau minum apa?" "Air putih saja." Marcella mengangguk lalu pamit se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD