Bab. 17

1589 Words

Rissa mengayun langkah menyusuri jalan di depan kompleks perumahan tempat tinggalnya menuju halte. Tadi sempat ingin memesan grab atau ojek online saja, untuk mengantarnya ke rumah ibu-bapaknya, tapi mendadak gadis itu ingin sekali pergi menggunakan angkutan umum. Entah dorongan darimana, yang pasti keinginan itu sangat kuat. Tidak peduli siang terik, serta panas menyengat siap memanggang pori-pori, Rissa tetap menuruti keinginannya. Gadis itu sesekali menyeka bulir keringat yang jatuh menetes, serta sesekali tangannya terulur membetulkan untaian jilbabnya yang bergerak karena sepoi angin. Lalu-lalang kendaraan menjadi pemandangan utama di depan mata Rissa, namun dia mengembuskan napas, saat menanti angkutan yang akan ditumpangi tak kunjung lewat. Hampir seperempat jam Rissa berdiri d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD