Cincin di jari manis

1027 Words

Malam harinya, Erika keluar dari kamar setelah menidurkan Zean, ia ingin sekedar berkeliling mencari udara segar dimalam hari. Namun siapa sangka, di luar ia bertemu Janu yang ia kira sudah tidur beberapa saat lalu. "Dokter, anda belum tidur?" Tanya Erika seraya berjalan mendekati Janu. Janu tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya. "Sebenarnya saya tidak bisa tidur, jadi ingin mencari angin saja." Jawab Janu menggoosok telapak tangannya karena hawa dingin. "Kamu sendiri, kenapa belum tidur?" Tanya Janu balik. "Jawaban yang sama, Dok." Jawab Erika membuat keduanya terkekeh. Janu lalu melihat ke arah kursi yang ada disekitar sana, kursi yang menghadap langsung ke pemukiman warga yang tampak indah untuk dilihat. "Mau kesana, setidaknya kita tidak akan lelah terus berdiri?" Tawar Ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD