23. Family Problem (2)

1787 Words

KIA: Dastan melajukan mobilnya berputar-putar entah ke mana, aku mengikuti saja. Setengah perjalanan dia mengatakan akan mengajakku makan siang di sebuah Mall. “Delisha sama Om Rizal ngeributin apa tadi?” tanyaku, tidak sanggup lagi menahan rasa ingin tahuku. “Delisha dapat beasiswa S2 ke Jerman. Ayah nggak ngijinin. Ayah nyaranin yang deket-deket aja kayak Australia atau Malaysia, tapi anak itu kekeuh sama pendiriannya.” Aku hanya mengangguk paham, lalu bercerita jika Papa dan Andra juga sering berselisih paham, sama seperti Dastan dan Ayahnya. Aku juga pernah membangkang, dan melawan Papa. Itu yang membuat akhirnya aku yang merasa terpukul dengan kematian Papa. Apalagi penyebabnya karena aku. Dastan mendengarkan ceritaku dengan seksama. Kami menghabiskan waktu siang ini unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD