28. Malam Pertama

1676 Words

KIA: Setelah dari Bali, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan menginap semalam di rumah orang tua Dastan. Pagi ini dia mengajakku mengunjungi apartemennya. Apartemen Dastan itu rapi, terawat dan nyaman. Tidak terlalu besar tapi menampilkan kesan mewah dan tentunya maskulin. Perabot dapurnya juga tidak terlalu lengkap. Pusat dari apartemen ini sepertinya adalah kamar utama yang besarnya hampir separuh apartemen. "Sudah berapa banyak wanita yang kamu bawa kemari?" tanyaku setelah berkeliling hingga ke tiap sudut apartemen ini. "Cuma satu, kamu saja." "Jangan bohong!" ancamku. "Kamu tuh nggak percayaan banget, sih, sama aku?" jawabnya sambil terkekeh lalu memberi kecupan ringan di bibirku. Dastan melangkah ke jendela besar untuk menyingkap tirai berwarna merah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD