42. MASALAH ITU

1332 Words

Disaat semuanya baik-baik saja, saat itu datang seseorang yang membuat Raisa mundur beberapa langkah. Dia masih takut, dia masih belum berani untuk menatap mata laki-laki itu dan berteriak sesukanya seperti biasanya. Bukankah dirinya bisa melakukannya di depan semua orang tanpa berpikir sama sekali. Tetapi mengapa berada di depan laki-laki ini membuat tubuh bergetar dan tangannya dingin. Tangannya memegang dadanya lalu mundur beberapa langkah, matanya memerah karena menahan tangisan yang ingin pecah rasanya. Apalagi ini adalah tempat umum—seharusnya di sini Raisa bisa mengelak dan teriak sekencang yang dia bisa. Sayang, dia tetap bungkam, tidak berani bersuara seperti biasanya. Laki-laki itu meletakkan telunjuknya di bibir—meminta agar Raisa diam dan tidak bergerak. Namun, dengan tenag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD