The Revange From The Perfect Devil.

1129 Words
Alasan Stella mengantarkan minuman ini adalah permintaan temannya. Jadi mau tidak mau mengantarkan minuman tersebut karena pelayan lain tengah sibuk dengan pesanan pelanggan lain, padahal dirinya bertugas dibagian dapur, menyiapkan minuman yang pelanggan pesan. saat ini mau tak mau dirinya membantu temannya Elizabeth yang pergi ketoilet. dia dimintai tolong oleh temannya untuk mengantar minum. Untung dirinya tidak terlalu sibuk saat ini. "Kau" ucap Stella dan dan lelaki itu bersamaan. Dan mereka sama-sama terkejut ketika menyadari kehadiran masing-masing. ***** "apa kalian saling mengenal?" tanya Leon terkejut. "Dia orang yang memecatku" cicit Stella "Dia Gadis kurang ajar yang tadi sempat aku ceritakan padamu. Leon. Bagaimana kau bisa mempekerjakan Gadis gila seperti dia di Caffe mu?" tanya Steven mendengus sambari mengalihkan tatapannya kearah jendala. dia mengambil kopinya dan meminum kopinya. dan menyemburkan dan berpura-pura jika ini bukan sesuai dengan seleranya. padahal setiap kali dia datang memesan Americano Coffe, Stellalah yang menyeduhkan kopinya. tentu saja hal ini tidak diketahui oleh Steven. "Eh,,, apa juga ini? sejak kapan Coffe ku menjadi tarlalu manis seperti ini? ckck,, sepertinya kau memang tidak becus menyeduhkan kopi saja kau tidak bisa?, syukur aku terlebih dahulu memecatmu, jika tidak, aku mungkin terkena diabetes karna meminum Coffe buatanmu ini!" kata Steven tersebut membuat Stella menyipitkan matanya dan mengeramkan gigi karena kesal. "apa kau bilang? aku tidak becus?" tanya Stella cepat. Well, sekarang sang Devil mulai membalaskan dendamnya tadi siang, dia senang ketika menyadari raut muka Stella memerah menahaan amarahnya. "ya! kau sama sekali tidak becus. apa perlu aku berteriak memberi tahumu hingga kau sadar. Cinderella gagal?" ucap Steven dengan senyum mengejek pada Stella. Kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Steven Sukses membuat Stella mangkin jengkel pada mahluk didepannya ini. Ingin sekali rasanya Stella menjambak rambut laki-laki dan merusak wajah tampannya. Apalagi dirinya mendengar suara Leon disampingnya kini. "Hei, Come on,,, ada apa sebenarnya dengan kalian berdua?" Leon bertanya kepada keduanya, dirinya sempat terkejut tadi. Stella Mendengar itu mangkin bertambah kesal. dia menjitak kepala Leon. "aww..." cicit Leon sambil mengusap dahinya yang 1 detik tadi di jitak oleh Stella. Coba lihat saja kelakuan Stella pada bossnya barusan, bahkan dirinya dengan berani menjitak kepala bossnya tersebut. tanpa memikirkan siapa yang kini berada disampinnya itu. Stella melangkah pergi menjauhi tempat Steven dan Leon, Stella yakin dia bisa terkena penyakit darah tinggi jika dia tetap disitu. tapi sebelum dia melangkah lebih jauh, dia membalikan badannya dan berkata pada Leon. "Pelangganmu yang satu ini menderita kalainan jiwa. karena itu Aku harus masuk kedalam" ucap Stella acuh tak acuh. dirinya mengerjakan pesanan pelanggan tapi karena moodnya sedang buruk kali dia bahkan ketika dia memanggang roti, biasa dirinya menikmati pekerjaan ini, tapi untuk sekarang dia tidak memiliki semangat lagi untuk bekerja. setelah menyelasaikan pekerjaan. dia bergegas keluar untuk meminta izin pulang lebih awal. ***** Ketika hendak keluar dari Caffe dirinya bertemu dengan mahluk yang ingin sekali dia cakar-cakar agar muka menyebalkan itu rusak. "Hai, Miss. Cinderella" sapa pria tersebut sambil tersenyum. kalimat yang diucapkan pria tersebut sukses membuat dia meradang, apalagi ketika sepasang pasangan melewati mereka dan menoleh kearah Stella. Namanya Stella! bukan Cinderella. Tapi Stella memilih mengabaikannya daripada meladeninya dan berjalan melewati Pria itu. Karena kesal tak mendapatkan respon dan merasa diabaikan oleh gadis yang panggil dengan sebutan Cinderella gagal abad 21. Diapun kembali berkata. "Jam kerjamu mulai jam 9 pagi. Jangan sampai kau terlambat. Karna aku tidak menyukai orang yang tidak menghargai wakut" "whaaatt the Hell" ucap Stella terkejut. "are you kidding me? apa kau amnesia hingga kau lupa dengan kata-katamu tadi siang, hah?, kau sendiri yang sudah memecatku, apa kau terbentur sesuatu hingga otakmu agak sedikit bergeser?" tanya Stella lalu dia melangkah pergi dia memilih untuk tidak meladeni orang gila seperti Steven. "aku berubah pikiran. Kau, harus kembali bekerja padaku besok. Aku tidak terima penolakan atau kau akan menyesali keputusanmu setelahnya!" ucap Steven singkat dengan nada intimidasinya serta mengancam yang tersirat jelas dalam kalimat yang ia ucapakan. Stella memutar bola matanya jengah dengan sikap manusia didepannya ini, dia pikir dia itu siapa? seenaknya memecatnya lalu apa sekarang? dia bahkan memintanya untuk kembali berkerja besok! tapi yang paling Stella tidak terima adalah kenapa laki-laki ini bahkan tidak untuk mencoba meminta maaf padanya sama sekali, dia bahkan sekarang memaksa Stella. Ayolah siapa yang tidak akan mengamuk atau meledak karena emosi dengan kelakuan manusia yang satu ini. "Aku tidak mau. bisa-bisa 1 bulan berkerja dengan mu aku masuk Rumah sakit Jiwa!" jawaban singkat Stella tanpa berpikir. menurutnya itu sangat aneh. Apa manusia ini salah minum obat atau apa, mungkin ini balas dendam yang sudah Steven rencanakan untuk dirinya karna menghina mantan bossnya itu habis-habisan tadi siang. yah dia yakin akan hal itu. kalau bukan itu terus apalagi?. Tanyanya pada dirinya sendiri. "wow!, kau sangat percaya diri sekali Miss. Cinderella. apa kau tidak takut untuk menyesali keputusanmu itu?. aku masih berbaik hati saat ini!" sergah Steven masih dengan senyumannya. "This Devil...." sahut Stella mengeram kesal."Apa sebenarnya maumu, hah? tadi memecatku dan sekarang memaksaku? dan ingat aku juga tidak butuh belas kasihanmu" lanjut Stella. Tiba-tiba Jonathan berjalan menuju kearah mereka. dan berdiri dibelakang Steven. "Jo... kemarikan berkas kontrak yang sudah Miss Cinderella ini tanda-tangani tadi siang" perintah Steven pada Jonathan. Jonathan tanpa pikir panjang dia kemudia menyerah Dokument yang diminta. Dia juga heran kenapa boss menghubunginya lalu menayakan kontrak kerja Miss Stella. Apa yang terjadi sebenarnya? itulah pertanyaan dalam benaknya saat ini. Beda lagi ceritanya dengan Stella dirinya bahkan kaget ketika ia mendengar kata "Kontrak kerja" dia teringat bahwa ia tadi siang menadatangani surat itu. tapi setelahnya malah dia dipecat. Lucu bukan? "Miss Cinderella, di kontrak ini tertulis jelas jika kau mengundurkan diri tanpa dipecat kau akan didenda sebanyak $1 juta USD dibayar cash kepadaku jika kau ingin berhenti" ucapnya setengah berteriak. Hell, coba bayangkan betapa marahnya Stella saat ini. dia tidak terima dengan apa baru dia dengar dari manusia menyebalkan ini!. apa dia sudah gila? "apa perlu aku ingatkan kembali, sir? kau sendiri yang memecatku bukan aku yang berhenti bekerja!" teriak Stella marah. "Jo,, kau kembali kekantor dan siapkan semuanya" perintah Steven kepada Jonathan. "Baik, Tuan Muda. saya undur diri" balas Jonathan dan berlalu pergi dari depan bossnya itu. Stella menyipitkan matanya melihat percakapan antara Steven dan Jonathan. tapi sesaat kemudian dirinya bertatapan langsung dengan Steven setelah dia menoleh lagi pada Cinderella itu. Stella cepat-cepat membuang muka. ketika mata mereka saling bertemu. "Well, itu hanya sebuah ucapan Miss. Cinderella yang keluar dari mulutku, tapi bagian HRD tidak mengetahui hal itu. Dan kau tak memiliki bukti untuk ucapanmu itu!, sedangkan aku mememiliki ini sebagai bukti. Bagaimana Miss Cinderella?" Steven tersenyum, ketika ia menyadari kemenagannya atas Singa Betina didepannya. "Namaku Stella sialan! aku bukan Cinderella. Apalagi aku harus menemui Pangeran buruk rupa sepertimu itu, aku tak sudi!" balas Stella malas. "Memangnya siapa yang mau jadi Pangeranmu, Miss? aku ini hanya Bossmu, dan kau hanya budakku" kekeh Steven Geli, dan tersenyum mengejek. Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD