Kicauan burung dan sinar matahari pagi yang mengintip malu-malu dari cela jendela kamar Alexa membuatnya tersadar bahwa pagi hari telah kembali tiba.
Ia segera bangun dari tidurnya dan mengucek matanya untuk menghilangkan rasa kantuk yang masih menguasainya. Setelah berhasil mengumpulkan nyawanya kembali, iapun melihat kearah jam yang menunjukan pukul 05.20 pagi.
Kemudian ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya pagi ini. Tak lama kemudian ia sudah selesai dan keluar dengan tanktop hitam yang dilapisi dengan jaket training hitamnya dan celana training hitam yang senada dengan jaketnya tidak lupa dengan rambut yang dikucir kuda kearah belakang.
Iapun memberaskan sedikit tempat tidurnya kemudian keluar untuk memasakan sesuatu sebagai sarapan pagi ini. Setelah beberapa lama berkutat dengan alat alat dapur, iapun selesai membuat sarapan dan ia memilih sarapan diluan dan menyimpan jatah makanan Vani karna pagi ini ia sedang ingin olah raga pagi. Mumpung lagi weekend. Batinnya.
Setelah selesai makan, ia segera memberaskan peralatan makan yang telah di pakainya. Kemudian menuliskan note kecil untuk Vani nanti dan berjalan keluar asrama menuju lapangan depan academy tempat biasanya semua warga academy jogging atau olahraga pagi maupun sore.
Sesampainya disana, terlihat lapangan sudah mulai ramai karna waktu yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Tak menyia nyiakan waktu, ia segera berlari mengelilingi lapangan sebanyak yang ia bisa.
Terlihat dari kejauhan, Leo dkk sedang duduk beristirahat dibawah salah satu pohon besar disana. Secara tak sengaja, Kevin melihat Alexa yang sedang berlari dengan keringat bercucuran di wajah cantiknya yang sekali kali dilap olehnya.
"Le, itu bukannya Lexa ya?" Tanya Kevin.
"Mana?" Tanya mereka serempak.
Kevin pun hanya menunjuk ke arah Alexa yang sedang berlari di lapangan.
"Ya. Itu Lexa." Ucap Leo kemudian kembali bersandar di batang pohon besar yang ada dibelkangnya.
"Kesana gak?" Tanya Felix.
"Nanti saja kalau dia sudah selesai. Kalau dia lagi sibuk sendiri dengan dunianya, ia tidak akan menanggapi apapun yang ada disekitarnya sampai ia selesai dengan dunianya sendiri." Ucap Leo santai yang diangguki okeh yang lain.
Mereka pun hanya melihat Alexa yang terus berlari mengitari seluruh lapangan academy yang luasnya tak ketulungan itu. Sampai akhirnya kira kira 35 menitan baru ia berhenti dan duduk disalah satu bangku taman sambil mengatur nafasnya.
Leo, Felix, Farel, dan Kevin pun segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Alexa yang sedang mengatur nafasnya itu.
"Sudah berapa putaran?" Tanya Leo setelah mereka sampai disana.
"20" ucap Alexa sambil melap sedikit keringatnya.
"Gila! 20 putaran untuk seluruh lapangan academy yang sebesar ini!? Wow." Ucap Kevin heboh sendiri dan tidak ditanggapi oleh Alexa sama sekali.
"Nih minum." Ucap Felix yang tiba tiba datang membawa air mineral untuk Alexa yang langsung diterimanya.
"Thanks." Ucap Alexa dan meminum minuman itu sampai setengah.
"Mau kemana habis ini?" Tanya Leo yang sudah duduk di samping Alexa.
"Kesana?" Tanya Alexa sambil memperlihatkan seringaiannya.
"Boleh juga." Balas Leo mengerti yang juga mengeluarkan seringaiannya.
"Siap-siap." Ucap Alexa sambil berdiri dan mencepol rambutnya asal membuat kesan cantiknya semakin bertambah.
Cantik batin Felix melihat Alexa.
"Hm." Dehem Leo kemudian berdiri dan meninggalkan mereka bersama Alexa.
"Eh woy! Mau kemana lo pada?" Teriak Farel saat mereka pergi.
"Kamar." Ucap Leo dengan sedikit berteriak juga.
Merekapun hanya mengankat bahunya acuh dan pergi ke ruang makan untuk sarapan disana.
***
"Ready?" Tanya Leo.
"Sure" balas Alexa sambil menyeringai dan diikuti oleh Leo.
Merekapun pergi menuju kerajaan langit untuk latihan. Mereka memutuskan untuk berada disana selama satu bulan disana. Yang berarti dalam beberapa jam mereka meninggalkan academy.
Tak beberapa kemudian, mereka telah sampai di istana langit atau sky kingdom. Merka pun memasukan kembali sayap mereka setelah mendarat dengan selamat kemudian melangkah memasuki istana tersebut.
Tak perlu waktu lama mereka mencari keberadaan Ratu Scarla. Mereka langsung saja menemukan Ratu Scarla yang sedang duduk minum teh sambil melihat pemandangan di taman belakang. Merekapun berjalan mengapirinya.
"Nek." Panggil Leo.
"Yes honey." Ucap Ratu Scarla sambil meletakan cangkir tehnya diatas meja yang berada didepannya.
"Duduklah." Pintanya dan langsung dituruti oleh mereka berdua.
"So? Apa yang membuat kalian kemari?" Tanya Ratu Scarla dengan tenang.
"Well.. kita berdua memutuskan untuk menetap disini selama sebulan. The king of darkness came yesterday at prom night last night. As you know, he came to look for 'the chosen one' there. Right !?." Ucap Leo sambik menekan kata 'sang terpilih' dan melihat kearah Alexa.
"I know. Kau dengan nenek sudah tahu perihal ini. So? Apa yang harus kita atau lebih tepatnya aku lakukan?" Jawab Alexa santai sambil menekan kata aku.
"Easy. Kalian mengambik keputusan yang tepat dengan berlatih selama sebulan disini. And then i want to you and your brother playing in the little game with him? Deal?" Ucap Ratu Scarla.
"Deal." Ucap mereka sermpak dan mengeluarkan seringain mereka. Begitu pula dengan Ratu Scarla.
"Jadi.. sekarang kita akan pergi ke ruang latihan. Follow me kids." Ucap Ratu Scarla sambil berjalan diluan.
"Yes madam." Ucap mereka seremapak sambil mengikuti Ratu Scarla.
***
Sementara itu keadaan di academy terlihat 3 orang anak remaja laki laki dan seorang gadis sedang mengobrol bersama di taman belakang sekolah.
"Alexa kemana ya?" Tanya salah satu dari anak lelaki tersebut yang ternyata adalah Felix.
"Tadi aku ketemu note kecil 2 di samping sarapan yang ia buat. Satunya tertulis 'makanlah. A.' Dan yang satunya lagi tertulis. 'Aku akan pergi agak lama. A.' begitu." Ucap Vani sambil mengambil 2 note yang di tuliskan oleh Alexa untuknya.
"Leo juga sama. Cuma bedanya dia bilang 'Aku pergi dulu bro. Cari udara segar. L."" Ucap Leo sambil memberikan note yang ia temukan.
"Oh. Ya sudah. Biarin saja mereka. Mungkin mereka butuh quality time?" Ujar Kevin sambil mengembalikan 2 note yang tadi ia liat.
"Like Kevin said. Mungkin saja begitu kan?" Tambah Farel sambil membenarkan kacamatanya.
"Hm. Mungkin." Ujar Vani sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Ya sudah. Kita ganti topik saja sekarang." Ucap Kevin.
Merekapun melanjutkan obrolan mereka dengan topik topik yang lain dan juga candaan candaan yang terlontar dari mulut mereka membuat mereka tertawa sendiri.
Ukh! Aku benci melihat tawa mereka. Ucap salah satu dari mereka sambil tetap melanjutkan tawa palsunya.
***
Tak terasa sudah 2 minggu Alexa dan Leo menetap di Sky Kingdom. Kemajuan yang mereka alami dalam latihan selama ini membuat Ratu Scarla, Rabeca dan Egi terkesan dengan mereka.
Kali ini mereka sedang berada di ruang makan untuk makan siang bersama. Setelah selesai, merekapun membuka obrolan dengan berbagai topik pembicaraan.
"Nek, emm... aku mau tanya boleh?" Tanya Alexa kepada Ratu Scarla.
"Of course darling. Tanyakan saja apa yang ingib kau ketahui." Ucap Ratu Scarla sambil tersenyum lembut.
"Ano... nama lengkap nenek apa? Dan dimana kakek?" Tanya Alexa langsung dan membuat Ratu Scarla terkejut sesaat kemudian kembali tersenyum dan menatap Alexa dengan tatapan teduhnya.
"Nama nenek Scarla Angelica Skylar. Dan nama kakek kalian adalah--" belum sempat Ratu Scarla melanjutkan ucapannya, terdengar suara yang berat memotong ucapannya.
"Sean Rutsion Skylar. Halo cucuku." Sapa Lelaki paruh baya itu kepada Alexa dan Leo yang membeku ditempat saat mengenali dirinya.
"M..mr. Sean?" Tanya Alexa terbata bata saat melihat orang yang sangat dikenlinya bearada di hadapannya sekarang..
"Yes? Miss me?" Tanya lelaki paruh baya yang dipanggil Mr. Sean atau bisa kita sebut kakek Alexa dan Leo.
"Sean!" Panggil Ratu Scarla dengan sedikit berteriak dan berlari kepelukan Sean.
"Yeah honey. I'm here now" ucap Sean sambil membalas pelukan Ratu Scarla dengan tak kalah eratnya sambil mencium puncuk kepala Ratu Scarla berkali kali untuk menenangkannya yang sedang terisak di dalam pelukannya.
Leo dan Alexa pun tidak berniat sama sekali untuk memisahkan mereka karena mereka mengerti keadaan dan memilih untuk diam di tempat masing-masing.
Setelah beberapa lama, Ratu Scarla mulai tenang dan mereka pun melepaskan pelukan mereka dan menatap satu sama lain melepas rindu masing masing.
Mereka berduapun memutuskan untuk berpamitan terlebih dahulu sebelum pergi karna tak ingin mengganggu pasangan yang sedang melepas rindu itu.
"Ekhem.. Permisi. Kita pikir sebaiknya kita pergi dulu meninggalkan kalian untuk saling melepas rindu masing masing dan 'ekhem ekhem'." Ucap Leo sambim membentuk kata kutip dengan kedua jarinya di kata 'ekhem ekhem' membuat wajah Ratu Scarla memerah memahan malu.
"Hm. Berhubung kita anak yang baik, kita berdua tidak ingin meganggu kalian berduaan. Jadi lebih baik kita pergi. Permisi nek, kek." Ucap Alexa dengan sopan sebelum pergi meninggalkan mereka berdua bersama Leo.
***
"Huft! Enaknya kemana ya dek?" Tanya Leo kepada Alexa.
"Entahlah. Latihan gimana?" Tawar Alexa.
"Boleh juga itu! Ayo lah!" Ucap Leo setuju.
Kemudian merekapun berjalan kearah ruang tempat mereka latihan. Sesampainya disana, mereka tak menemukan siapapun selain mereka berdua. Alias kosong.
"Fight?" Tanya Alexa dengan seringaian kecilnya.
"Okay." Balas Leo setuju dengan tawaran Alexa dengan memperlihatkan seringaian juga.
"Pedang, tongkat, kosong?" Tanya Leo sambil melangkahkan kakinya ke tengah aula dan membuat barier pelindung yang cukup kuat untuk mereka.
"Pedang." Jawab Alexa sambil membawa 2 pedang yang biasa mereka berdua gunakan untuk betlatih.
"Okay. Let's playing now!" Ucap Leo bersemangat dan tetap mempertahankan seringaiannya.
"Of course brother." Jawab Alexa sambil melebarkan seringaiannya.
***
Di suatu kamar asrama diacademy, terluhatlah 2 orang remaja laki laki sedang berdiskusi dengan serius. Entahlah mereka sedang berbicara apa. Yang bisa kita pastikan mereka sedang menyusun rencana jahatnya. Itu keliatan sekali dari seringaian yang dikeluarkan mereka berdua dengan senyum liciknya.
"Rencana yang bagus. Mungkin dengan cara ini dia akan keluar dari persembunyiannya." Ucap salah satu dari mereka.
"You right brother. I think so. Gue capek harus berpura-pura bersikap seperti ini didepan mereka. Apa lagi melihat mereka yang tertawa tanpa beban. Ukh! I wanna kill them now!." Ucap lelaki yang satunya lagi dengan geram.
"Wow wow. Calm down brother. Kita tetap akan membunuh mereka step by step." Ucapnya dengan senyum licik yang tercetak dibibirnya.
"I will wait for that moment to come." Ucapnya juga dengan senyum liciknya.
Setelah itu terdengarlah suara tawa yang terdengar menyeramkan keluar dari mulut mereka.
***
"Seri lagi?" Ucap Leo sambil mengipas ngipas dirinya sendiri dengan tangannya.
"Yeah. Ku rasa ini sudah cukup. Mau ngapain lagi?" Tanya Alexa sambil meluruskan kakinya.
"Huft! Bagaimana kalau kita latihan mantra? Dari pada kuta gabut kan?" Tawar Leo kepada adiknya.
"Hm.. boleh juga. Btw, sudah berapa mantra yang kita hafalkan? Aku lupa." Tanya Alexa.
"Kurang lebih 500 mantra lagi untuk menghafal semua mantra yang ada dibuku ini." Ucap Leo sambil memoerluhatkan buku yang lumayan tebal.
Selama mereka berada di sky kingdom 2 minggu ini mereka terus berlatih setiap harinya. Diminggu pertama mereka berlatih tentang perthanan dan perlindungan diri. Dan minggu kedua ini mereka berlatih melafalkan 1000 mantra yang ada di dimensi ini. Banyak? Tidak. Itu masih sedikit, karna sebenarnya semua mantra yang berada di dimensi ini tak terhitung jumlahnya berapa. Karna setiap mantra berbeda beda setiap orangnya, hanya 1000 mantra umum yang sering digunakan orang orang didimensi ini. Yang lain adalah mantra yang diciptakan sendiri tanpa bisa digunakan oleh orang lain selain dirinya sendiri.
Kriieeekkkkk....
"Eh? Kalian sudah ada disini?" Tanya seseorang yang telah menbuka pintu itu. Ralat! Bukan seseorang, tapi dua orang. Yang tak lain adalah Rabeca dan Egi.
Sontak keduanya pun mengalihkan perhatiannya dari buku kepada dua orang tersebut.
"Menurutmu?" Tanya Leo.
Setelah bertenya begitu, kedua orang tersebutpun mengaluhkan kembali perhatian mereka ke buku mereka masing masing dan melanjutkan kegiatan membaca mereka. Sedangkan kedua orang itu hanya menghela nafas saja saat melihat kelakuan mereka.
"Okok. Jadi sudah sampai mana hafalan kalian?" Ucap Egi memulai latihan kembali.
***
"Jadi?" Tanya Leo saat mereka selesai makan malam.
Saat ini mereka sedang berada diruang makan untuk makan malam. Saat selesai, Leo pun membuka keheningan ini dengan pertanyaannya. Raja Sean hanya menghela nafasnya saja saat mendengar pertanyaan Alexa itu.
"Ekhem.. seperti yang sudah kau ketahui anak-anak. Kalau ayah kalian adalah malaikat-penyihir. Darah malaikat dituruni dari aku, dan juga darah penyihir yang diturunkan dari nenekmu. Yang tak lain adalah Ratu Scarla sendiri." Ucap Raja Sean.
"Trus bagaimana kau bisa menjadi pemimpin disana?" Tanya Alexa lagi.
Raja Sean yang tau mengerti maksud dari pertanyaan Alexa pun hanya tersenyum dan menghela nafasnya.
"Aku sengaja turun ke bumi untuk menjaga sekaligus memantau kalian dari jauh. Apa salahnya menjaga cucu sendiri? Ya kan." Ucap Raja Sean santai.
Leo dan Alexa pun hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar jawaban dari Raja Sean, ataublebih tepatnya kakek mereka. Sedangkan Ratu Scarla hanya terkekeh saja mendengar obrolan mereka.
"Oh ya kek, kalau marga kalian 'Skylar' kenapa marga kita 'Witz'? Bukannya Ayah yabg berasal dari sini ya?" Tanya Leo.
"Oh.. itu, nama kalian sebenarnya Leonard Gorgio Witz Skylar dan Alexa Angeline Witz Skylar. Hanya saja marga 'Skylar' kalian disembunyikan untuk berjaga jaga dari pihak Darkness." Kali ini Ratu Scarla yang menjawabnya.
"Oh... trus kalau boleh tau, ibu kami itu manusia biasa atau sejenis dengan kita?" Tanya Alexa hati hati.
Raja Sean dan Ratu Scarla pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu dari mulut cucunya dan menjawabnya aecara perlahan.
"Ibu kalian itu juga adalah penyihir namanya 'Jesica Arlenta Witz' atau yang lebih dikenal dengan 'Jesica Alicia Ruby' Penyihir lagendaris yang telah menghilang setelah kejadian 'itu' yang tak lain adalah setelah kejadian ayahmu terkena kutukan dari Raja Ronald." Ucap Raja Sean sontak membuat mereka kaget.
"Ba.. bagaimana bi..sa?" Ucap Leo terkejut.
"Ibumu melarikan diri ke dimensi manusia kala itu untuk melindungi Leo yang sedang dikandungnya. Ia juga belum mengetahui tentang kutukan itu sampai disaat ia sudah sembuh dari depresinya dan dikasih tau oleh ayah kalian." Ucap Ratu Scarla dengan sendu.
Keadaan kembali hening setelah Ratu Scarla berujab begitu. Alexa dan Leo sedang sibuk dengan pikirannya masing masing. Sedangkan Ratu Scarla dan Raja Sean sedang memberikan waktu untuk mereka berfikir.
"Aku permisi nek, kek." Ucap Alexa tiba-tiba dan berdiri dari duduknya serta sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda berpamitan.
Tiba-tiba Leo pun berdiri dari duduknya dan melakukan hal yang sama dengan Alexa.
"Aku juga permisi nek, kek." Ucap Leo.
"Baiklah. Istirahatlah kalian berdua." Ucap Raja Sean.
"Selamat malam." Ucap Leo dan Alexa berbarengan.
"Selamat malam juga." Ucap Raja Sean dan Ratu Scarla berbarengan juga.
Setelah itu Alexa dan Leo pun pergi meninggalkan ruang makan menuju kekamar mereka masing masing.
"Selamat malam kak." Ucap Alexa sambil mengecup bibir Leo singkat.
"Malam juga dek." Ucap Leo sambil tersenyum tipis kemudian memasuki kamarnya, begitu pula dengan Alexa.
***
Tak terasa sudah 1 bulan mereka berada di Sky Kingdom. Hari ini pun mereka memutuskan untuk kembali ke academy setelah makan siang dengan pakaian yang mereka gunakan sebelum pergi kesini.
Saat ini pun Raja Sean, Ratu Scarla, Alexa, dan Leo sedang berada di depan pintu gerbang istana untuk sekedar berpamitan kepada kakek dan nenek mereka.
"Hati-hati ya sayang, ingat! Jangan sampai ada yang tau kalau kau adalah 'sang terpilih' disini. Dan Leo, jaga baik baik adikmu, jangan sampai membiarkannya terluka sedikitpun! Termasuk dirimu sendiri. Ok!?" Ucap Ratu Scarla kepada mereka berdua.
"Siap nek!" Ucap mereka serempak sambil mengangkat tangan kanan mereka dan membentuk posisi hormat.
"Jaga diri kalian ya anak-anak." Ucap Raja Sean sambil tersenyum kepada mereka berdua.
"Iya kek. Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Leo.
Kemudian merekapun saling berpelukan sebentar sebelum mengeluarkan sayap mereka masing masing dan terbang kembali menuju academy.
"Hati-hati." Ucap Raja dan Ratu Sky Kingdom sebelum mereka menghilang dibalik awan dan hanya dibalas oleh acubgan jempol mereka berdua.
Raja Sean dan Ratu Scarla pun hanya bisa memandang tubuh mereka yang semakin menghilang dibalik awan.
"Ku harap semua ini cepat berakhir." Gumam Ratu Scarla pelan yang didengarkan oleh Raja Sean.
"Aku juga. Semoga saja mereka bisa kembali berkumpul bersama keluarganya." Ucap Raja Sean sambil mengelus kepala Ratu Scarla yang bersandar didadanya.
Sedangkan dilain sisi, terlihat Alexa dan Leo masih terbang menembus awan-awan dengan santai. Sampai saat hampir sampai di academy, merekapun segera mengaktifkn kekuatan invisible mereka masing masing dan mendarat di rooftop sekolah dengan aman.
"Huft! Untung saja tidak ada melihatnya." Ucap Alexa setelah menonaktifkan kekuatan invisiblenya begitu pula dengan Leo.
"Ya sudah, sekarang ayo kita kembali ke asrama masing-masing. Kakak yakin mereka sudah menunggu kita di kamar. Lagian ini sudah hampir malam." Ucap Leo sambil memasukan kembali sayapnya.
"Ok." Ucap Alexa sambil melakukan hal yang serupa dengan Leo.
Kemudian merekapun mulai berjalan kembali ke asrama masing masing.
Dan benar saja, sampainya Alexa dikamar, Vani langsung menodongnya dengan banyak sekali pertanyaan yang membuatnya pusing.
"Kamu dari mana sih Lex? Kenapa lama banget baru baliknya? Kenapa juga gak berpamitan langsung sama aku? Kenapa perginya oas aku masih tidur? Kamu gakpapakan? Gak ada yang luka kan? Gak-" ucapan Vani terputus karna ucapan Alexa.
"Diam atau aku tak akan membuat sarapan pagi untukmu!?" Ucap Alexa dengan nada mengancam.
"O..oke.. aku diam." Ucao Vani langsung dan menutup mulutnya rapat-rapat.
"Bagus. Aku mau istirahat dulu. Beratahu aku kalau sudah saatnya makan malam. Dan pada saat itu juga kau boleh kembali berbicara." Ucap Alexa yang hanya dianggukan oleh Vani.
Setelah itupun Alexa berjalan memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil menghela nafas kasar.
"Huft! 'The chosen one' yeah?" Gumam Alexa pelan kemudian memejamkan matanya dan akhirnya tertidur disana.
***
Tak jauh beda dengan Alexa. Leo pun mendapatkan hal yang sama. Hanya saja ia hanya mendapatkan 1 pertanyaan yang membuatnya sedikit bersyukur karna mendapatkan teman yang masih 1 spesies dengannya. Eh?
"Dari mana?" Tanya Felix datar tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari TV yang berada didepannya.
"Nenek." Ucap Leo singkat.
Felix yang mengerti akan hal itupun hanya menganggukan kecil kepalanya saja.
"Gue kekamar. Bilang kalo sudah waktunya jam makan." Ucap Leo kemudian berjalan meninggalkan Felux yang hanya mengangkat bahunya acuh dan tetap menonton TV yang menyala didepannya.
Untungnya saja teman sekamarku Felix. Bagaimana jadinya ya kalau teman sekamar sepert teman sekamarnya Alexa? Pasti aku akan pusing nanti. Batin Leo sambil bergidik ngeri membayangkan penderitaan Alexa dan kemudian terkekeh geli membayangkn wajah kesal adiknya itu sebelum akhirnya ia tertidur lelap dikamar asramanya.
***