BAB X

1915 Words
Malam pun telah tiba. Saat ini mereka semua sedang berada ruang makan untuk makan malam. "Kalian berdua pada dari mana tadi pagi sampai siang? Kenapa baru balik tadi?" Tanya Vani menyelidik. Ya, sesuai apa yang dikatakan oleh Alexa tadi, iapun tidak membuka mulutnya sama sekali karna takut kalau Alexa benar-benar tidak akan membuatkan ia sarapan pagi lagi. Tidak tidak! Aku tidak mau tidak akan memulai hari lagi dengan sarapan enak itu!! Begitulah batin Vani bertirak. Dan saat ini barulah ia membukakan mulutnya untuk kembali berbicara. "Nenek." Ucap Alexa datar. "Emang nenek kalian dimana sih? Lain kali ajak kita dong." Celutuk Kevin asal-asalan. Leo dan Alexa yang mendengar itupun sempat menegang sebentar kemudian menjawabnya dengan jawaban yang membuat yang lain bingung. "Kalian tidak akan bisa pergi kesana." Ucap Leo sarkastik. "Loh? Kenapa?" Tanya Farel penasaran. "Hanya orang tertentu saja yang bisa pergi kesana." Kali ini Alexa yang menjawab. "Kan ada kalian berdua." Felixpun mulai menyuarakan suaranya. "Biarpun kalian diperbolehkan kesana, kalian tidak akan bisa." Ucap Leo. Mereka yang mendengarnya hanya bisa mengernyitkan dahinya bingung mendengar pernyataan mereka. Alexa dan Leo pun hanya tersenyum melihat kebingungan mereka. Selalu aktifkan Minreader. Kita akan tau siapa mereka berdua Telepati Leo yang langsung dianggukan kecil oleh Alexa kemudian mengaktifkan kekuatannya. Ck! Apa itu maksud kata katanya. Batin Farel bersuara membuat keduanya menatapnya sebentar. Sedangkan Farel yang ditatappun tidak menyadarinya. Begitu pula yang lainnya karna sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Saat selesai makan, mereka pun mengobrol tentang kejadian tadi malam yang dimulai dari Leo untuk memancing musuh itu. "Btw kalian pada tau siapa itu 'sang terpilih' itu? Kenapa sih sampe dicari-cari seperti itu." Pancing Leo. "I don't know, yang pasti dia sudah ada di academy ini." Dan sialnya ia masih bersembunyi entah dimana. Lanjut Kevin dalam hati. Hal itu pun membuat Alexa dan Leo menyeringai kecil. Gotcah! 1 musuh telah terungkap. Begitulah pikir mereka. "Emang kau tau darimana?" Tanya Alexa pura-pura tidak tau. Kevin yang dianya seperti itupun langsung pucat pasi menyadari kesalahannya. Kevin bodoh! Kenapa ia menjawab seperti itu!? Batin Farel kesal. Hal itu sontak membuat seringaian mereka semakin lebar tapi terlihat seperti senyuman. "Kalian kenapa senyum?" Tanya Felix bingung. "Makanannya enak. Aku suka. Bertepatan lagi saat aku pengen makan makanan ini hari ini." Ucap Leo. "Kamu Lex?" Tanya Vani. "Habis dapat pesan dari nenek." Ucap Alexa yang kebetulan sedang bermain hpnya dari tadi sambil mengobrol. Pintar juga alasanmu dek. Telepati Leo. Harus. Balas Alexa bangga. "Ini kenapa jadi bahas kita sih? Lanjut dong. Aku penasaran nih sama orang itu. Kenapa sih pake dicari-cari? Sespesial apa sih dia itu? Terus kamu tau darimana vin?" Tanya Leo lagi. "E...eh? G..gue k..kan t..tau dari ke..marin y..yang pas RajaRonalddatangkeacademy. Berartidiaadadisinikan! Yah itu!" Ucap Kevin terbata-bata berakhir cepat membuat Farel menepuk dahinya secara spontan. "Maksud lo?" Tanya Felix bingung. "E..eh? M..maksudnya i..tu-" belum sempat Kevin menjawab, Farelpun menyaut. "Maksudnya tadi dia tau dari kemarin pas Raja Ronald datang ke academy. Itu berarti dia ada di sini kan?" Jawab Farel lebih santai daripada Kevin. Kevin yang mendengar itupun langsung mengangguk dengan cepat. "Hm!" Ucapnya cepat. "Kamu kenapa Vin? Sakit? Aneh banget." Ucap Vani. "E..eh. iya nih. Lagi sakit perut gue. Gue balik diluan ye. Bye. Rel ayo!" Ucap Kevin cepat sambil menarik Farel "Ck! Sabar dulu. Aku diluan. Bye." Pamit Farel kemudian mereka pergi menunggalkan ruang makan itu. Felix dan Vani hanya menatap punggung mereka dengan raut wajah yang bingung. Sedangkan Alexa dan Leo hanya tersenyum kecil melihat kepergian mereka. "Kita pergi." Ucap Leo dan Alexa berbarengan. "Kita juga deh. Sekaligus balik sama-sama." Ucap Felix yang diikuti Vani. "Ya udah ayo." Ucap Alexa kemudian mereka pergi meninggalkan ruang bersama. I found you jerk. Batin Alexa dan Leo bersamaan sebelum berpisah di pertigaan. *** Selepas selesai sarapan bersama, mereka pun berjalan bersama menuju ke kelas masing-masing. Awalnya mereka mengantarkan Vani sampai ke kelasnya terlebih dahulu kemudian berjalan kembali kekelas mereka yang berada di lantai 7 di gedung utama itu menggunakan lift yang ada disana. *** Setelah semua jadwal mereka hari ini sudah selesai, mereka pun memutuskan untuk menjenguk Farel dan Kevin yang tidak masuk hari ini. Tok.. tok.. Ceklek.. Pintu pun terbuka dan terpampang lah wajah Kevin yang keliatan err... buruk. "Hello Kev, How are you?" Tanya Leo sekedar basa-basi. "As you see bro. Verry bad!" Ucap Kevin sambil memutar bola matanya malas dengan tangan yang masih setia memegang es batu yang dikompres dipipinya. "Excuse me, sampai kapan kita akan berdiri disini?" Tanya Alexa kepada Kevin. "Oh! I'm sorry. Come in!" Ucap Kevin mempersilahkan mereka masuk. "Where is Farel?" Tanya Alexa sambil duduk di sofa. "In here. What's wrong Lex? Miss me?" Tanya Farel yang tiba-tiba datang. "Nope. Hanya ingin melihat keadaanmu saja." Jawab Alexa santai. "Jadi? Apa yang terjadi dengan kalian?" Tanya Felix yang sedari tadi hanya diam. "Just a small accident. No problem. We are ok. " Ucap Farel sambil duduk disamping Alexa. "Hanya kecelakaan kecil dan sampai seperti ini? Are you ok?  You know? It's so err.. terrible " Ucap Vani. "I knew. So? What should we do now?" Ucap Kevin sambil sesekali meringis saat tak sengaja menekan area memarnya. "I can do something for you." Ucap Vani ragu-ragu. "Your power?" Tanya Alexa membuat semua mata memandangnya. "Y..yeah." Ucap Vani gugup. "Focus." Ucap Alexa datar yang diangguki oleh Vani. Vani pun meletakkan tangannya di atas muka Kevin dan memejamkan matanya mencoba untuk fokus. Butuh waktu beberapa lama sampai cahaya hijau mulai keluar dan mengelilingi muka dan tubuh kevin yang terluka. Sekitar 10 menit kemudian cahaya itupun hilang dan kondisi Kevin sudah membaik, meskipun rasa sakitnya masih terasa katanya. Dan keadaan Vani terlihat pucat sekarang. "Are you okay?" Tanya Felix pada adiknya. "I think no. Badanku lemas sekarang." Balas Vani kemudian menyandarkan badannya di tubuh kakaknya. "Itu adalah hal yang wajar. Dan Farel, lo mau gitu aja atau disembuhin?" Tanya Leo. "Disembuhin lah! Mana mau gue keluar dengan muka seperti ini. Nanti di kira orang gila lagi." Ucap Farel tak terima. Leo pun hanya menghela nafasnya. Kalau bukan karena Alexa aku juga gak mau kali! Batin Leo kemudian mulai menyembuhkan Farel. Tak butuh waktu lama, hanya perli 10 detik dan luka serta rasa sakit yang dialami Farel telah hilang semua. Hal itu sontak membuat yang lain takjub akan hal itu. Kecuali Alexa tentunya. "Wow! Keren gila lo Le. Gue baru tau lo bisa nyembuhin orang hitungan detik kek gitu seperti sudah berpengalaman." Ucap Farel kagum. Apakah dia 'sang terpilih' itu? Batin Farel dan Kevin bersamaan. Tentu saja hal itu di dengar oleh Alexa dan Leo. Mereka pun hanya menyeringai kecil menanggapinya. "Biasa saja." Ucap Leo sambil menatap Farel dengan seringaian yang semakin melebar membuat mereka bingung sekaligus ngeri. "Kau kenapa Le? Sakit?" Tanya Kevin mencoba mencairkan suasana yang mulai tegang akibat Leo. "Gak." Ucap Leo santai tetapi tetap mempertahankan seringaiannya. "Ayo Lex." Ucap Leo tiba-tiba berdiri. Alexa pun segera berdiri dan tersenyum misterius membuat mereka bingung. Apa mereka pake kekuatan 'mindreader' mereka ya? Batin Farel dengan muka pucatnya. "Kalian mau kemana?" Tanya Vani bingung. "Mau masak di kamarku. Gantian gitu." Ucap Leo santai. Tiba-tiba Farel dan Kevin membuang nafas lega mereka secara bersamaan. Hal itupun didengar yang lainnya membuat mereka bingung. "Kalian kenapa? Kek lega begitu?" Tanya Vani lagi. "E. Eh gakpapa kok." Ucap Kevin cepat. "Ho'oh! Gakpapa. Tadi kita pikir Leo sudah gila saja makanya kita lega kalau ternyata dia gak gila. Iya. Haha." Ucap Farel cepat dan tertawa garing membuat yang lain menatapnya bingung. Kemudian tiba-tiba ruangan dipenuhi oleh tawa dari mereka semua. Termasuk Alexa dan Leo, meskipun mereka hanya tertawa kecil saja menanggapinya. "Hahaha.. How cute you are. This is so funny Rel. Hihihi." Ucap Alexa cekikikan. "Hehehe.. ya gitu. Hehe." Ucap Farel sambil menyengir malu. "Ya sudah. Kita pergi dulu. Kalau mau ikut gabung bilang aja supaya kita siapin." Ucap Alexa kemudian. "Kita gabung deh. Nanti pas tepat jam makan siang saja kita ke sana langsung." Ucap Felix mewakili dan diangguki oleh yang lainnya. "Ok deh. Yok dek." Ucap Leo kemudian mereka pergi dari sana menuju kamar Leo. Felix, Vani, Farel, dan Kevin pun melanjutkan percakapan mereka dan diselingi oleh canda tawa dari mereka. Sekali kali Felix pun ikut menanggapi apa yang di bicarakan mereka. Sedangkan di lain tempat terlihat Leo dan Alexa yang sedang merundingkan sesuatu didalam dapur sambil memasak dengan seriusnya. "So, what should we do? Mereka pasti akan tetap mencariku." Ucap Alexa sambil memotong bahan-bahannya. "Tidak ada yang bisa kita lakukan. We just keep quiet and watch what they do. after that we know what we have to do." Ucap Leo tenang dengan tangan yang lincah berkerja didapur. "Okay." Ucap Alexa pasrah. Setelah itu tak ada lagi yang memulai percakapan. Mereka berdua sedang sibuk dan fokus dengan tugas masing-masing. Sampai tiba-tiba sebuah suara membuat mereka menghentikan perkerjaan mereka sebentar dan melirik sumber suara itu kemudian melanjutkan perkerjaan mereka kembali. "Ada yang bisa ku bantu?" Tanya Felix mendadak. Alexa dan Leo pun hanya meliriknya dan melanjutkan perkerjaan mereka kembali. "Hey!" Ucap Felix menegur mereka lagi. "Bersihkanlah meja makan dan bereskan ruangan kalau kau mau." Ucap Alexa kemudian memasukan ayam yang tadi disiapinya di penggorengan. "Okay." Balas Felix kemudian melakukan apa yang dipinta oleh Alexa. Setelah beberapa saat, Felixpun selesai dengan perkerjaannya dan kembali ke dapur. "Aku sudah selesai. Ada lagi yang bisa ku bantu?" Tanya Felix lagi. "Susunlah perlatan makan ini dimeja." Ucap Leo sambil menunjuk peralatan makan didekat lemari. Felix pun segera menyelesaikan pekerjaannya. Begitu pula dengan Alexa. "Bantu aku membawa ini ke meja makan." Ucap Alexa sambil menunjuk beberapa menu makanan yang telah ia dan Leo buat dimeja dapur yang langsung dikerjakan oleh Felix. Begitu pula Leo. "Sudah." Ucap Leo kemudian kembali lagi ke dapur untuk mencuci tangannya. Begitu pula dengan Alexa. "Masuh ada beberapa menit lagi. Kak, bisa pinjam baju? Aku malas kembali ke kamar." Ucap Alexa. "Ambil saja dilemari, ada kemeja yang kakak bawa dari rumah dulu." Ucap Leo sambil membersihkan tangannya yang basah dengan tisu. Alexa pun langsung kekamar Leo dan mengambil kemeja yang dimaksud kemudian membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket sekaligus mengganti pakaiannya. Setelah beberapa saat kemudian Alexa sudah keluar dengan kemeja Leo yang kebesaran yang panjangnya sampai setengah pahanya dan juga celana hotpans yang dipakainya sebagai dalaman. Tak lupa dengan rambut yang ia cepol asal dan muka yang masih basah akibat terkena air tadi. Iapun segera meneleportasikan seragamnya kekamar asramanya dan keluar dari kamar Leo menuju ruang makan. Saat keluar, ia sudah melihat yang lainnya sudah terkumpul semua dan mengobrol bersama dimeja makan sambil tertawa tanpa menyadari keberadaannya. Iapun segera mengambil tempat duduk yang kosong di antara Leo dan Felix membuat mereka terkejut karena tidak menyadari keberadaannya tadi. "Sorry i'm late." Ucap Alexa sambil duduk di kursinya. Mereka semua pun melihat ke arah Alexa dan terpesona oleh kecantikan Alexa yang natural juga kemeja yang kebesaran ditubuh mungilnya juga rambutnya yang sedikit basah akibat terkena air tadi. Merasa diperhatikan, Alexa oun mengangkat wajahnya dan melihat ke yang lainnya. "Apa?" Tanya Alexa dengan datar membuat mereka tersadar dari lamunannya. "E..eh.. gak kok Lex." Ucap Kevin gugup. "Kau terlihat sangat cantik Lex." Puji Vani yang di setujui oleh yang lainnya. "Ya Lex, Kau cantik sekali." Puji Farel. Sedangkan Felix hanya menatap Alexa lekat-lekat sambil memujinya berkali-kali dalam hatinya. Tentu saja hal itu di dengar oleh Alexa dan Leo. Alexa pun sedikit blushing dibuatnya tetapi ia dapat menutupinya dengan cepat sebelum dilihat teman-temannya. "Sudah-sudah. Sebaiknya kalian makan atau gue yang habisin semuanya." Ucap Leo. "Iya iya." Ucap mereka serempak dan memakan makanannya masing-masing. "Seperti biasa. Masakan kalian selalu enak." Ucap Felix memuji. "Thanks." Ucap Leo dan Alexa bersamaan. ***    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD