Tak terasa sudah 3 bulan berlalu. Dan tepat pada hari ini seluruh murid academy akan menghadapi ujian kenaikan tingkat berdasarkan kemampuan mereka masing-masing.
Vani sendiri sudah bisa menguasai kekuatannya berkat latihan bersama Alexa dan Leo setiap harinya.
Sekarang seluruh peserta ujian sudah dikumpulkan di lapangan outdoor untuk diuji kemampuannya masing-masing.
Ujian kali ini pun terbagi menjadi 4 gelombang.
Gelombang pertama untuk tingkat 1.
Gelombang kedua untuk tingkat 2.
Gelombang 3 untuk tingakat 3.
Dan gelombang terakhir untuk tingkat 4.
Sekarang saatnya untuk gelombang pertama dimulai. Ujian mereka sendiri terbagi menjadi 2 tahap. Yang pertama ujian tertulis dan yang kedua ujian praktek.
"Semangat Van!" Ucap Alexa, Leo, Felix, Farel, dan Kevin menyemangati.
"Pastinya!" Ucap Vani sambil mengangkat kepalan tangannya dengan semangat.
"Ya udah, aku masuk dulu ya." Pamit Vani kemudian masuk.
Merekapun hanya mengangkat jempol mereka tanda setuju dan melambaikan tangan mereka ke arah Vani sebelum ia menghilang di balik pintu.
"So? Where are we go now?" Tanya Kevin memecahkan keheningan.
"I don't know. And don't ask me." Ucap Farel sambil menatap Kevin tajam dan langsung membuatnya diam seketika.
Merekapun terus berjalan mengikuti arus yang akan membawa mereka.
"I have to go." Ucap Alexa tiba-tiba.
"Where you go?" Tanya Leo menahan Alexa.
"Some place and you know it." Ucap Alexa.
"Aku ikut." Ucap Leo.
"Aku juga!" Ucap Felix, Farel, dan Kevin bersamaan.
Aku tak bisa mengajak musuh ke tempat para troll kak. Mereka bisa membocorkannya ke Raja Ronald! Telepati Alexa ke Leo.
Pergilah ketempat latihan. Setelah beberapa saat barulah kita berdua pergi kesana. Aku ikut. Aku kangen dengan Illa. Balas Leo lewat telepati juga.
"Hey Lex. Apakah kita boleh ikut?" Tanya Kevin saat melihat Alexa yang hanya diam saja.
"Okay." Balas Alexa pasrah dan mengajak mereka ke tempat latihan.
"Tempat latihan?" Ucap Kevin bingung.
"Yeah. Aku bosan dan aku ingin latihan sebentar. Dari pada gak buat apa-apa kan." Ucap Alexa santai sambil berjalan ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan baju latihan. Begitu juga Leo.
"Aku juga deh." Ucap Kevin saat melihat Alexa dan Leo pergi.
Felix dan Farel pun memutuskan untuk ikut berlatih dan mengganti pakaian mereka.
Tak lama mereka kembali berkumpul dengan pakaian latihan mereka masing-masing.
Awalnya saat pertama kali mereka melihat Alexa dengan baju latihannya mereka sempat terpana sebentar dengan penampilan Alexa yang sangat sexy dimata mereka. Apa lagi disaat ia sedang berkeringat membuat kesan sexy didirinya semakin bertambah.
Tapi lama kelamaan mereka mulai terbiasa dengan itu karna selalu ditatap tajam oleh Leo saat mereka melihat Alexa dengan tatapan memuja.
Merekapun melakukan beberapa pemanasan dan akhirnya memulai latihan singkat mereka.
Setelah sekitar 1 jam, Alexa pun pamit untuk kembali kekamar asramanya dengan alasan ingin belajar. Begitu pula dengan Leo. Hanya saja ia pergi setelah beberapa saat Alexa pergi.
Sedangkat yang lainnya masih setia berlatih dengan kemampuan mereka sendiri untuk persiapan diujian nanti.
***
"Fyuh! Menyusahkan saja mereka. Untung saja kakak punya ide kek begitu. Tapi hasilnya kita harus mengeluarkan sedikit energi kita karena itu." Ucap Alexa dengan kesal.
"Yaya. Maaf. Habisnya kamu gak bilang sih mau kemana, kan jadinya kepo." Bela Leo.
"Whatever." Ucap Alexa malas sambil memutar bola matanya.
"Sudah-sudah. Mendingan kita langsung teleport saja dah. Dari pada di liat mereka lagi." Ucap Leo memberhentikan perdebatan mereka.
"Yaudah. Sebagai hukumannya, kakak yang teleportasi kita kesana. Aku malas buang energiku lagi." Ucap Alexa.
"Huft! Ya sudah. Sini." Ucap Leo kemudian menggengam tangan Alexa kemudian mereka menghilang dari kamar asrama Alexa.
Yup! Tadi setelah berpamitan, Leo segera menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti baju sebentar kemudian langsung berteleport ke kamar Alexa agar adiknya tak meninggalkannya lagi.
Tak lama kemudian merekapun sampai di sungai tempat para troll tinggal. Mereka pun berjalan dengan santai ke gua belakang air terjun dan disambut baik oleh para troll disana.
"Selamat datang Alexa dan Leo." Ucap para Troll bersamaan yang dibalas senyum tipis keduanya..
***
"Aku bosan disini. Jalan-jalan yuk. Kemana saja. Aku malas disini." Ucap Kevin sambil membanting dirinya ke tanah.
"Terserah." Ucap Farel malas sambil tetap melakukan latihan bela dirinya.
"Yaa... kalian gak asik ah!" Ucap Kevin kesal.
"Kalau mau pergi, pergi aja." Ucap Felix datar sambil memperbaiki lilitan kain di punggung tangannya.
"Kalian jahat sama aku!" Ucap Kevin dengan suara anak kecilnya membuat kedua temannya itu merasa jijik.
"Najis tau gak!" Ucap Farel datar sambil melemparnya dengan botol air minum yang sudah kosong.
"Huaa.. abang Elix! Kak Arel jahat sama Kevin." Ucap Kevin menjadi-jadi.
"Ish! Jauh-jauh sana! Jijik saya." Ucap Felix sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Kevin.
***
Sedangkan di ruangan kelas 1A, terlihat Vani yang sedang mengerjakan soalnya dengan serius.
Sedikit lagi baru selesai! Semangat Van! Ucap Vani dalam hati berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Waktu yang mereka punya sisa 1 setengah jam lagi untuk selesai.
"Baik anak-anak. Waktu yang kita punya sisa 1 setengah jam lagi. Harap kerjakan soalnya dengan baik dan benar!" Ucap salah satu guru yang mengawas di kelas itu.
Masing-masing kelas terdapat 3 guru yang mengawas. 1 untuk berjaga di depan, 1 untuk berjaga keliling. Dan terakhir untuk berjaga di belakang agar tak ada yang ketahuan mencontek.
Tak terasa sudah 1 setengah jam berlalu. Bel tanda waktu telah selesaipun berbunyi menandakan ujian telah selesai. Anak-anak yang sedang mengikuti tes pun segera mengumpulkan hasil ujian mereka kepada guru yang sedang mengawas.
"Yosh! Akhirnya selesai juga. Semoga gue mendapatkan nilai yang memuaskan!" Ucap Vani sambil melangkahkan kakinya keluar kelas.
***
Sementara itu di tempat tinggal para troll, terlihat Alexa dan Leo serta para troll sedang duduk sambil makan siang bersama dengan bahagianya.
"Wah! Enak sekali masakan kakak! Lain kali Illa juga mau bisa masaka seperti kak Leo dan kak Alexa!" Ucap Illa senang.
"Haha. Tentu saja nanti Illa akan bisa seperti kak Leo dan kak Lexa. Nanti kakak ajari ya supaya Ila bisa!" Ucap Leo sambil tersenyum ke Ila.
"Beneran kak!?" Tanya Illa dengan mata yang berbinar-binar.
"Iya sayang." Ucap Alexa sambil tersenyum lembut ke Illa.
"Yeeyy! Akhirnya nanti Ila bisa masak! Hore." Sorak Iila senang membuat mereka yang melihatnya terkekeh.
"Ngomong-ngomong, tumben tadi kalian terlambat. Apa ada masalah?" Tanya Tere bingung.
Bagaimana tidak? Leo dan Alexa selalu datang tepat waktu di setiap akhir pekan. Yaitu saat jam makan siang. Jadi selama jam makan siang di akhir pekan, mereka akan selalu menghilang dan pergi ke sini. Jika ditanya kenapa mereka akan menjawab dengan berbagai alasan agar dipercaya teman-temannya. Tapi karna hari ini mereka sedang ada waktu kosong di hari biasa, mereka akan pergi ke sini untuk menghabiskan waktu itu.
"Ano... musuh yang menyamar sebagai teman kita ingin ikut ke sini. Tapi kami mengalihkan mereka ke tempat latihan dan pergi ke sini dengan alasan ingin belajar. Hehe." Ucap Alexa sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Oh. Begitu. Tapi siapa musuh itu? Apakah mereka sudah tau kalau penyamaran mereka terbongkar? Dan kapan kalian mengetahuinya?" Tanya Roll beruntun.
"E..eh.. itu, apakah kalian tau teman kami yang bernama Kevin dan Farel?" Tanya Leo.
Alexa dan Leo memang sudah memperkenalkan semua teman mereka dengan cara yan tidak langsung. Hal itu juga untuk menjaga agar keberadaan para troll tidak terbongkar.
"Yeah. Yang rambut hitam dengan kacamatanya dan juga yang rambut kuning itu kan?" Ucap Regan memastikan.
"Yups! Dan mereka itu adalah mata-mata dari pihak Darkness. And then, kita sedang berusaha untuk menyembunyikan keberadaan kalian agar tak dimanfaatkan oleh mereka." Ucap Alexa panjang lebar sambil memakan saladnya yabg sisa sedikit.
Sontak yang dikatakan Alexa membuat yang lain terkejut mendengarnya. Kecuali Leo tentunya.
"Bagaimana mungkin?" Tanya Roll berusaa tetap tenang.
"Ya mungkin saja." Ucap Leo santai.
"Terus apa yang kalian lakukan dengannya?" Tanya Tere.
"Hm.. sedikit mengerjai mereka mungkin." Ucap Alexa yang terdengar seperti pernyataan dan bukan pertanyaan.
"Kalau kalian perlu bantuan panggil saja aku! Aku akan membantu kalian di barisan terdepan!" Ucap Tony.
"Tentu." Ucap Leo sambil tersenyum tipis menanggapinya.
***
Hari kembali berlalu. Saat ini adalah hari dimana kelas 3 menghadapi ujian mereka. Saat ini pun semua murid kelas 3 sedang melaksanakan ujian tertulis mereka.
Terlihat Alexa, Leo, dan Felix mengerjakan ujian mereka dengan santai.
Tak berselang lama, cukup waktu 15 menit Alexa sudah selesai mengerjakannya. 2 menit setelahnya Leo pun menyusul. 1 menit setelah Leo, Felix pun selesai.
Saat ini Alexa sedang menatap ke luar jendela dengan muka yang di tompang 1 tangannya. Sedangkan Leo sedang tertidur di meja dengan tangan sebagai bantalnya sambil menatap keluar jendela juga.
Felix? Ia hanya memainkan alat tulisnya sambil tiduran di meja.
"Apakah kalian bertiga sudah selesai?" Tanya salah satu guru yang mengawas dengan nada yang sinis.
Ketiga murid itu hanya meliriknya sebentar dengan tatapan datar khas mereka kemudian mengalihkan kembali pandangannya dengan deheman kecil.
"Mana sini!" Pinta guru itu.
Ketiga murid itu hanya melafalkan mantra dan tiba tiba kertas ulangan mereka melayang dengan sendirinya ke arah guru itu dan tersusun secara teratur.
Guru itupun hanya menganga saja melihat itu kemudian menetralkan ekspresinya dan menatap remeh ke arah kertas ulangan mereka dan memeriksanya dengan alat pemeriksa hasil ulangan berbentuk kubus yang akan memunculkan hasil ulangan secara sekejap dengan bentuk hologram.
Setelah diperiksa, munculah masing-masing. Alexa dengan nilai 98, Leo dengan nila 97,5 sedangkan Felix dengan nilai 97.
Guru itupun hanya menganga saja melihat nilai mereka yang bisa dibilang nyaris sempurna itu.
Sedangkan ketiga orang itu hanya mengacuhkan guru itu.
"Ada apa Mrs? Apa kah ada murid yang sudah selesai?" Tanya guru yang lain.
"E..eh. Iya Mr, mereka bertigalah yang sudah selesai." Ucap guru itu sambil menunjuk mereka bertiga.
"Oh. Wajarkan sajalah Mrs. Mereka kan murid elite disini." Ujar Mr itu santai sambil melanjutkan tugas mengawasnya.
Guru itupun hanya bisa membelalakan matanya kaget, sedangkan ketiga murid itu tetap dengan kegiatan mereka masing-masing.
"Oh iya! Dan untuk kalian bertiga, kalian bisa keluar." Ucap guru itu lagi sebelum melanjutkan tugasnya.
Ketiga murid itupun hanya mengangguk kecil dan melangkahkan kaki-kaki mereka keluar kelas.
Sedangkan di kelas sebelahnya, terluhat Farel yang mengerjakan soal ujiannya dengan santai. Berbeda dengan Kevin yang terlihat seperti orang yang frustasi dengan soal ulangan didepannya.
"Bisa diam tidak!?" Tanya Farel kesal sambil menatap Kevin dengan tajam.
Yang ditatap pun hanya bisa diam dengan segala gerutuan yang dilontarkannya dalam hati sambil sesekali mengacak rambutnya frustasi.
Tak berselang lama, Farel pun sudah selesai dengan soalnya kemudian memanggil salah satu guru yang mengawas dikelas itu.
"Permisi Mr. Saya mau mengumpulkan hasil ulangan saya." Ucap Farel dengan sopan kepada guru itu.
"Oh, baiklah, kau bisa keluar karna sudah selesai mengerjakannya." Ucap guru itu.
Farel pun dengan segera permisi kepada guru itu dan meninggalkan Kevin dengan sejuta kekesalannya dalam mengerjakan soal itu.
Argh!! Kenapa sih Raja menyuruhku untuk masuk ke sekolah sampah ini!? Batin Kevin berteriak.