Bab 16

1333 Words

Aleya sudah masuk dan duduk di dalam mobil Zein. Namun pikirannya masih tertinggal bersama Brama yang masih berdiri mematung di depan gedung pengadilan seraya melihat kepada mobil yang membawa dirinya pergi. Air mata Aleya jatuh dan berderai dengan begitu deras, tapi ia bungkam suara isak tangisnya agar tidak ada yang tahu. Namun, sepertinya Zein cukup mengerti apa yang tengah Aleya rasakan saat ini. Pria kaya itu pun menarik beberapa lembar tisu, kemudian mengarahkannya ke hadapan Aleya. Aleya terkejut saat melihat jika Zein memberinya tisu. Ia menoleh perlahan ke arah pria yang ada di sampingnya itu. Pandangan sang duda tampak masih terfokus menatap layar ponselnya, dengan posisi tangan kanannya yang sedang memegang tisu. "Terima kasih, Pak." Aleya mengambil tisu tersebut. "Sama-sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD