Raisya mengelus perutnya yang telah membuncit dengan senyuman manis yang dapat menular ke orang lain. Semenjak kehadiran buah hatinya, ia merasa kebahagiaannya semakin lengkap. Dan dia sangat berharap anaknya bisa lahir dengan selamat nantinya. Tidak peduli jenis kelamin anaknya apa, yang terpenting anaknya lahir dengan sehat dan sempurna tanpa kekurangan apa pun. Tanpa ia sadari, seorang pria tampan berjalan menghampirinya dengan membawa segelas s**u bumil berwarna coklat. Senyuman yang dia keluarkan menular ke pria tersebut. Pria yang tak lain Alvi tersebut duduk di sampingnya seraya meletakkan s**u bumil di atas meja. "Kenapa senyum-senyum sendiri, dear??" celetuknya seraya mengelus puncak kepala Raisya lembut. "Hehe, aku sangat senang dengan kehadiran anak kita. Aku pun sudah tidak

