28

1516 Words

Gelas di tangan Zavier pecah begitu saja. Ia mengingat bagaimana wajah Bryssa ketika makan siang bersama dengan Elvan. Ia sangat benci ketika Bryssa tertawa dengan pria lain, ingin sekali ia menghajar Elvan sampai mati tapi ketika ia berpikir bahwa itu hanya akan membuat Bryssa makin marah padanya, ia mengurungkan niatnya. Suara ketukan heels terdengar. Zavier yakin itu adalah Bryssa. Ia segera turun dari tempat duduknya, melangkah meninggalkan mini bar. "Kau sudah kembali?" Zavier tak ingin bersikap keras pada Bryssa. Ia tahu kekerasan tak akan menyelesaikan masalahnya saat ini. Belajar dari Ezell, ia tak akan menyakiti wanita yang ia cintai. Bryssa menatap Zavier sesaat, ia melihat tangan Zavier yang berdarah, "Ada apa dengan tanganmu?" Bryssa bertanya dengan nada dingin. "Aku tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD