BAB 39: Titik Balik Perasaan

1588 Words

Malam di London turun dengan sisa-sisa kelembapan pasca hujan yang tak juga kunjung kering. Koridor lantai dua apartemen itu kini kembali sunyi, namun kesunyiannya terasa jauh lebih pekat, seolah-olah duka sedang merangkak di sepanjang dindingnya. Michael Elias Thorne menginjakkan kaki di undakan tangga teratas dengan raga yang seolah-olah hanya disatukan oleh sisa-sisa ego yang nyaris habis. Langkahnya menyeret, tangannya mencengkeram dinding koridor untuk menjaga agar dunianya yang miring tidak benar-benar terbalik. Kemeja hitamnya kusut, bercak darah kering menghiasi punggung tangannya—jejak dari selang infus yang ia cabut paksa di rumah sakit tadi. Wajahnya yang sepucat pualam tampak semakin mengerikan dengan memar keunguan di rahang kiri dan sudut bibir yang pecah akibat tinju Na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD