XXVIII

2154 Words

“Gimana Rex, gue gak yakin bisa! Di sini gelap banget!” cemas Abidan. “Gimana kalo posisi gue ternyata malah ke lubang itu?! “ “Lo harus yakin, Dan. Kita sudah bisa di tahap ini, itu artinya kita juga bisa hadapin ini,” Atreya berusaha untuk menenangkan Abidan, tapi sebenarnya Atreya pun sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri. Apa yang Abidan katakan itu benar, akan sangat sulit mengikuti rute semula dan hanya berharap pada insting dengan kondisi segelap ini. “Frak, Lo denger suara gue, kan?” teriak Atreya. Suara Atreya beradu suara bising lubang. “FRAK Lo denger, kan? Sahut gue kalo Lo denger! “ “FRAK! “ “FRAK....! “ Atreya berteriak sekencang-kencang sampai urat lehernya menonjol. “REYA, RE, LO PANGGIL GUE YA? GUE GAK BISA DENGAR APA-APA! SUARA ITU BERISIK BANGET! “ “IYA! LO D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD