“Alhamdulillah, kita kembali berhasil,” sorak mereka begitu keluar dari dalam arena permainan. Langkah ini tidak terlalu sulit karena kini mereka sudah memiliki buku itu. Buku yang benar-benar membantu mereka. “Jika semuanya selalu berjalan seperti ini, kita akan cepat pulang,” gumam Abimata, wajahnya berseri membayangkan detik-detik mereka akan pulang. Hidupnya memang keras, tapi itu lebih baik ketimbang harus terjebak di dunia game seperti ini, bukan? Semua orang tersenyum bahagia—meski mereka harus tetap waspada menghadapi serangan jin yang bisa tiba-tiba menyerang mereka. Atreya pun begitu, jika saja rasa pusing itu tidak tiba-tiba menyerang kepalanya bertubi-tubi, membuat pandangan sedikit buram dan langkahnya memberat. Saat di dalam arena, kondisi Atreya baik-baik saja. Dia mala

