“Eh, gak biasanya di Tirex gini,” kata Abidan menatap jauh Atreya yang kini tengah duduk di tepi sungai s**u. “Iya, biasanya Tirex, nekat mati-matian nolongin si Afrak, walaupun mereka gak pernah akur,” sahut Abimata. “Untung tuh si Afrak bisa selamat dari jin-jin itu,” timpal Abidan. Keduanya sudah lama bersahabat dengan Atreya, mereka tahu seperti apa Atreya. Sebenci apa pun dia pada orang-orang di sekitarnya, Atreya tetap diam-diam peduli pada mereka. Mereka berdua telah melihat hal itu berapa kali, bukan hanya di Bissmilah game tapi di dunia normal pun Atreya seperti itu. Waktu itu, Atreya membolos dari pondok dan lari ke pasar. Seperti biasa mereka berkumpul di g**g sempit sebagai markas mereka, dan saat itu kebetulan Afrak dan dua teman baiknya ke pasar sehabis membeli sesuat

