Menu sarapan di piring Rere sudah siap saji. Mereka masih duduk di meja makan. Belum ada yang memulai makan. Rere terus pasang mata ke arah ayahnya. Menangkap setiap ekspresi sambil menebak apa kira-kira yang disampaikan Reno. Beberapa menit berlalu ayah sepertinya masih mengobrol seru. Tidak ada raut kaget atau serius. Rere semakin penasaran. "Yasudah Nak Reno jagoan Ayah, selamat ber ..." Ayah menghentikan kalimatnya. "Re, telponnya terputus," Ayah menyodorkan kembali ponsel milik puterinya. "Yaaah kok putus sih Yah? Rere masih mau ngomong lagi sama Mas Reno," seperti biasa Rere Manyun. "Yasudah sana kamu telpon balik. Tapi nanti saja, sarapan dulu." "Gak ah Yah, nanti mas Reno keburu sibuk. Aku sarapannya nanti aja." Rere kembali ke kamarnya. Buru-buru ia menelpon nomor Reno yang

