Mendapat kunjungan dan suport dari Yusa membuat Taka mengalami kemajuan cukup pesat. Setiap hari Yusa tidak pernah sekalipun melewatkan kabar perkembangan suaminya. Di bulan ketiga, Yusa sudah bisa bertemu dengan Taka meskipun hanya dua minggu sekali. Yang paling menyenangkan ketika Taka mulai mengulas senyum yang memiliki arti, tidak hambar lagi. "Besok launching bukuku, Mas," ujar Yusa pada pria yang sedang tidur di pangkuannya. "Aku sudah mendapat ijin dari Mas Zahid dan Maira untuk bisa mengajakmu keluar." "Alhamdulillah, Sa." Taka menatap istrinya dan mengusap pipi yang sedikit lebih cubby dari pertemuan mereka sebelumnya. Terpaan angin membuat beberapa daun pohon di atas mereka jatuh. Jika pasien rehabilitasi menggunakan ruang pertemuan untuk bertemu keluarga, berbeda dengan Yusa

